Senin, 13 Juli 2015

Akar penyebab dari kesulitan-kesulitan dalam kehidupan kita


Untuk mengatasi sebuah kesulitan sepenuhnya, kita harus terlebih dahulu dengan tepat memahami akar penyebab nya. Hanya ketika diagnosis yang benar dan lengkap telah dibuat, dengan pergi ke akar dari kesulitan tersebut, barulah solusi yang tepat bisa diberikan.
Ilmu pengetahuan modern mengkaitkan penyebab dari suatu permasalahan sebagai baik fisik atau psikologis. Oleh sebab itu kita pergi mencari penyebab dan solusinya hanya di kedua daerah ini.
Sebagai contoh:
  • Gatal dipahami sebagai gangguan fisik dan ditangani sesuai hal tersebut dengan obat-obatan fisik/ medis.
  • Penyalahgunaan narkotika dipahami sebagai permasalahan psikologis dan ditangani terutama dengan psikoterapi.
Tetapi ada penyebab ketiga dari kesulitan – kesulitan kita dalam kehidupan dan hal itu adalah Spiritual. Akar penyebab spiritual dari kesulitan-kesulitan kenyataanya mempengaruhi sebagian besar kehidupan kita. Tapi penyebab spiritual tidaklah mudah dipahami, karena mereka berada di luar pemahaman ilmu-ilmu pengetahuan modern. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia – World Health Organization (WHO) telah menyarankan dalam sebuah penjabaran dari definisi mereka untuk kesehatan sebagai 'berada dalam keadaan kesehatan yang positif dalam dimensi fisik, mental, sosial dan spiritual. " Dengan demikian secara resmi telah dipastikan bahwa kesehjateraan spiritual juga merupakan komponen yang memberikan kontribusi bagi kesehatan kita. Namun penelitian spiritual yang dilakukan oleh SSRF mengungkapkan sejauh mana sebenarnya faktor spiritual berkontribusi terhadap total kesejahteraan kita.
Melalui penelitian spiritual, kita telah memastikan perinciannya, rata-rata, antara 3 akar penyebab yang bertanggung jawab atas permasalahan-permasalahan dalam kehidupan kita. Diagram longkaran di bawah ini memberikan perincian rata-rata dari akar penyebab permasalahan dan kesulitan dalam kehidupan kita.
1-IND_Root-cause
 
Seperti yang dapat anda lihat dari diagram lingkaran, hingga 80% dari permasalahan kita memiliki akar penyebab di alam spiritual.
Jenis permasalahan-permasalahan ini hanya dapat diatasi dengan cara-cara spiritual, baik melalui
  • Latihan spiritual yang membantu untuk membangun energi spiritual kita secara keseluruhan untuk melawan atau melindungi dari permasalahan ini atau
  • Suatu solusi terapi spiritual tertentu yang dilakukan untuk mengatasi gejala spesifik yang disebabkan oleh beberapa faktor di alam spiritual.
Dengan cara ini, permasalahan-permasalahan yang memiliki akar penyebab di alam spiritual dapat diselesaikan atau kita mendapatkan kekuatan untuk menahannya.
Penting untuk dicatat bahwa setiap gejala fisik tertentu dapat memiliki proporsi akar penyebab dalam dimensi fisik, psikologis atau spiritual dan mereka tidak saling berdiri sendiri. Dalam istilah sederhana, gejala fisik bisa memiliki faktor-faktor dari bukan hanya dimensi fisik saja, tetapi bisa menjadi kombinasi antara faktor fisik dan spiritual atau bahkan fisik, spiritual dan psikologis.
Sebagai contoh, diagram di bawah ini menunjukkan bagaimana seorang wanita yang mengalami sakit parah di perut dan akar penyebabnya terletak di ke-tiga dimensi.
2-IND_Stomach-pain

Akar Penyebab Spiritual dari Kesulitan dalam Kehidupan



1-IND-difficulties

Abstraksi: Dimensi spiritual mempengaruhi hingga 80% kehidupan kita. Rata-rata, perbuatan-perbuatan kita di masa lalu, termasuk kehidupan-kehidupan sebelumnya, menentukan sekitar 65% dari peristiwa dalam kehidupan kita sekarang dalam bentuk takdir. Takdir ini dikendalikan oleh berbagai unsur, baik dalam alam fisik dan dalam alam rohani. Unsur-unsur di alam spiritual yang paling utama mempengaruhi takdir kita adalah hantu dan tubuh halus (roh-roh) leluhur kita yang telah meninggal. Dengan melakukan latihan spiritual sesuai dengan enam prinsip dasar latihan rohani, kita memanfaatkan energi spiritual yang membantu kita mengatasi pengaruh dari faktor-faktor spiritual tersebut.
Untuk memahami artikel ini, dianjurkan agar anda membaca artikel-artikel berikut:
Daftar isi [Tampilkan]

1. Pengantar

Seperti dijelaskan pada artikel sebelumnya di bagian ini, akar penyebab dari setiap permasalahan kemungkinan besar memiliki akar penyebabnya di alam spiritual. Pada artikel ini, kami akan menyelidiki apa akar penyebab spiritual ini dan prinsip yang mendasari untuk menanggulanginya.2-IND-Note-Paths-of-spritual-practice
 Kami akan menjelaskan akar penyebab spiritual permasalahan dari dua sudut pandang:
  1. Yang pertama adalah dari sudut pandang ‘Jalan Tindakan’ (Karmayoga). Hal ini termasuk takdir dan kehendak bebas serta hukum memberi-dan-menerima (Karma) yang sangat mempengaruhi kehidupan kita.
  2. Yang kedua adalah unsur-unsur di dalam alam spiritual yang mempengaruhi takdir kehendak bebas kita.

2. Dari sudut pandang Jalan Spiritual dengan Tindakan

Jalan Spiritual Tindakan pada dasarnya adalah tentang berlatih Spiritualitas dengan prinsip bahwa ‘Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai.’
Jika kita melihat mengapa kita mengalami kebahagiaan atau ketidakbahagiaan dalam kehidupan, dari sudut pandang Jalan Tindakan, maka semua kebahagiaan dan ketidakbahagiaan berserta semua peristiwa kehidupan kita dialami baik akibat ditakdirkan atau kehendak bebas.
Kehendak bebas: Beberapa kejadian, pemikiran, tindakan dan perilaku benar-benar berada dalam kendali seseorang. Hal ini adalah tindakan-tindakan di mana kita menggunakan pikiran kita (perasaan dan emosi) dan kecerdasan/ akal budi (kemampuan pengambilan keputusan) dan bertindak sesuai dengan itu. Sebagai patokan, pada zaman sekarang, 35% dari hidup kita ditentukan oleh kehendak bebas kita atau pilihan bebas.
Tindakan yang ditakdirkan: Bagian bagian dari kehidupan kita yang ditentukan baik oleh perbuatan kita di kehidupan masa lampau maupun peristiwa masa lalu dalam kehidupan sekarang ini dan yang tidak berada dalam kendali kehendak bebas kita adalah ditakdirkan. Sebagai patokannya, semua peristiwa besar dalam hidup kita telah ditakdirkan. Peristiwa ini meliputi kelahiran, pernikahan, kecelakaan berat dan penyakit. Di era saat ini, persitiwa tersebut membentuk 65% dari semua tindakan. Takdir kita juga menentukan bagaimana kita bereaksi atau merespon terhadap berbagai rangsangan dan peristiwa.
Takdir yang mana kita terlahir dengannya hanyalah sepotong dari akumulasi perhitungan memberi-dan-menerima kita atas semua kelahiran masa lalu. Melalui takdir, kita membayar atau mendapatkan pahala dari tindakan dan pemikiran masa lalu dalam kehidupan-kehidupan sebelumnya.
3-IND-Accumulated-account-and-destiny
Setiap tindakan kita baik membuat perhitungan/ akun baru atau melunasinya. Hal tersebut bisa juga merupakan kombinasi keduanya yaitu sebagian melunasi dan sebagian menciptakan. Perhitungan dapat menjadi positif ataupun negatif. Ketika kita melunasi perhitungan, hal itu telah ditakdirkan dan ketika kita membuat perhitungan, hal itu disebabkan oleh kehendak bebas.
  • Jika John telah memberikan Mary lima unit rasa sakit dengan berselingkuh, maka dengan tindakan ini ia bisa saja menyelesaikan suatu perhitungan/ akun memberi-dan-menerima (karma) atau membuat satu perhitungan baru atau kombinasi dari keduanya.
  • Di sisi lain jika John memberi Mary sebuah mobil baru, maka dengan tindakan ini ia pun bisa saja menyelesaikan suatu perhitungan memberi-dan-menerima atau membuat satu perhitungan baru atau kombinasi dari keduanya.
Tanpa indera keenam yang sangat mendalam, kita tidak akan pernah tahu tentang salah satu tindakan kita yang mana yang dapat menyelesaikan perhitungan atau membuat perhitungan baru. Hanya orang yang telah mencapai tingkat pencapaian spiritual dari seorang Suci (Saint) yang bisa mengetahui dengan pasti melalui indra keenam mereka, apakah perhitungan sedang dibuat atau sedang diselesaikan.
Dalam kasus John dan Mary, jika perhitungan berselingkuh adalah perhitungan yang sedang diselesaikan, perhitungan tersebut bisa telah dibuat pada suatu kehidupan terdahulu (kehidupan masa lampau) atau pada kehidupan saat ini di mana Mary telah menimbulkan jumlah ketidakbahagiaan yang sama terhadap John. Tentu saja, penyelesaian dari perhitungan negatif dapat memberikan kita banyak penderitaan dalam hidup kita.
Hal ini merupakan penjelasan di balik peristiwa di mana kita melihat orang-orang baik akan menjalani situasi-situasi dimana kita merasa tidak selayaknya diperoleh oleh mereka. Cukup sering kita mendengar ungkapan, ‘Ini adalah Jalan Tuhan’ atau 'Itu sebuah misteri'. Sesungguhnya, tidak ada misteri. Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan dan diatur oleh hukum memberi-dan-menerima (karma), takdir dan kehendak bebas.
  • Ketidaktahuan tentang faktor takdir dan perhitungan memberi-dan-menerima menyebabkan orang-orang yang berada di dalam situasi sulit menangis dalam keputusasaan dan berkata, "Apa yang telah saya lakukan untuk menerima semua ini? '
  • Terkadang hal ini dapat mengakibatkan seseorang mempersalahkan Tuhan YME atau hilangnya keyakinan pada Tuhan atau keadilan hidup.
  • Dalam kebanyakan kasus, dikarenakan masyarakat tidak dididik tentang prinsip takdir, mereka tidak tahu bagaimana cara menghadapi atau mengatasi apa yang sedang terjadi yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri di masa lalu. (Lihat ke poin 4)
  • Jika mereka dididik tentang hukum memberi-dan-menerima mereka akan setidaknya memiliki pandangan filosofis tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi tidak beres meskipun upaya terbaik mereka.
  • Mereka juga akan berhati-hati untuk tidak membuat takdir negatif lebih lanjut.
Sebaliknya menyelesaikan takdir positif memberi kita sebuah kejutan yang menyenangkan. Itulah sebabnya terkadang kita menemukan orang yang tampaknya benar-benar tidak-layak, memenangi lotre atau menikmati gaya hidup yang bagus tanpa harus benar-benar bekerja untuk hal tersebut. Memahami ilmu pengetahuan ini dan prinsip nya mengungkap mitos tentang semua peristiwa di atas.
Kita semua telah hidup dalam banyak kehidupan sebelum kelahiran saat ini. Pada titik waktu dari kelahiran pertama kita, 100% kehidupan kita ditentukan oleh kehendak bebas. Hal tersebut seperti kita memiliki sepotong kertas kosong atau latar belakang/ catatan yang bersih. Kemudian seiring berjalannya waktu, sesuai dengan cara kita menjalani banyak kehidupan dan pilihan yang kita buat, maka kita menghasilkan perhitungan memberi-dan-menerima (karma). Kita dilahirkan lagi dan lagi untuk menyelesaikan perhitungan tersebut. Grafik berikut menunjukkan bagaimana seiring berjalannya waktu, kita membuat semakin banyak perhitungan. Hal-hal tersebut akhirnya menambah perhitungan kita secara keseluruhan yang harus kita selesaikan sebagai takdir dalam berbagai kelahiran berikutnya yang kita ambil.
4-IND-Destiny-over-time
Pada artikel sebelumnya, kami menjelaskan rincian rata-rata berikut dari akar penyebab permasalahan dalam hidup.
5-IND-Root-cause
Bagaimana rinician ini berhubungan dengan bagian dari kehidupan kita yang telah ditakdirkan dibandingkan dengan bagian dari kehidupan kita di mana kita memiliki kehendak bebas? Tabel berikut menunjukkan hubungan tersebut.
Tindakan Peristiwa/ Kejadian Jumlah
Fisik Psikologis Spiritual
Bebas 10%1 10%3 15%5 35%
Ditakdirkan 10%2 55%4 Dua hal lainnya juga bersifat spiritual 65%
Jumlah 20% 65% 15% 100%
Catatan kaki (berdasarkan angka berwarna merah di table di atas):
  1. Contoh dari hal ini adalah di mana seseorang 'A' yang diperingatkan bahwa air dari suatu daerah tertentu tercemar dan perlu direbus sebelum diminum. Namun karena terlalu percaya diri akan kebugaran fisiknya, ia mengatakan bahwa ia dapat mencerna semua jenis kuman dan meminum air tersebut. Jika setelah itu ia mendapatkan diare, maka dapat dikatakan hal itu disebabkan oleh tindakan diri sendiri dan dengan demikian akan menjadi kehendak bebas.
  2. Di sini seseorang 'A' ditakdirkan untuk mendapatkan diare karena ia ditakdirkan untuk melalui sejumlah penderitaan dikarenakan suatu perbuatan buruk dalam kehidupan sebelumnya. Dalam hal ini, akal budi/ inteleknya akan bekerja sesuai dengan takdirnya. Meskipun ia biasanya bersifat menghindari-resiko, peristiwa yang ditakdirkan tersebut dapat terjadi dalam sejumlah cara
    • Tiba-tiba ia akan menjadi terlalu percaya diri dan bertindak keluar dari karakter nya dan meminum airnya.
    • Tidak akan ada yang memberitahu dia tentang kondisi airnya dan oleh sebab itu ia tidak sadar telah meminum air yang terkontaminasi.
  3. Contoh lainnya adalah terlibat secara romantis dengan orang lainnya yang memiliki sejarah tindak kekerasan dan kecanduan alkohol meskipun telah disarankan sebaliknya. Akibatnya, ia disiksa secara fisik.
  4. Hal ini disebabkan oleh penilaian yang salah karena akal budi/ intelek bertindak sesuai dengan peristiwa yang ditakdirkan yang perlu terjadi. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa beberapa orang menikah meskipun semua orang di sekitar mereka dapat dengan mudah melihat bahwa pasangan tersebut berjalan menuju perceraian atau penderitaan bertahun-tahun.
Silakan mengacu ke artikel tentang 'Mekanisme kerja dari perhitungan memberi-dan-menerima serta mengapa kita terkadang melakukan hal-hal yang kita lakukan?'
  1. Terkadang seseorang mungkin membeli dan mengambil tempat tinggal di sebuah rumah yang diketahui telah dibayangi/ ditinggali oleh hantu. Meskipun teman-teman nya telah memperingatkan dia tentang nasib yang menimpa pendahulunya, ia justru tidak memperhatikan saran meraka dan pindah ke rumah tersebut. Hal ini mungkin membuat marah hantu tersebut yang pada gilirannya akan mempengaruhi atau merasuki orang tersebut.
Singkatnya, takdir adalah seperti awan yang berada di mana-mana di atas kehidupan kita yang mempengaruhi cara kita berpikir, bertindak dan bereaksi.

3. Unsur-unsur di alam spiritual yang dapat mempengaruhi kita

Tanpa diketahui sebagian besar manusia, terdapat sebuah dunia halus (tak kasat mata) dan tidak berwujud di luar pemahaman lima indera, pikiran dan intelek kita. Dunia ini dikenal dengan sejumlah nama seperti dunia halus, dimensi halus, dunia roh, dunia spiritual atau dimensi spiritual. Dunia ini mencakup dunia malaikat, hantu, Surga (Swarga), Neraka (Pātāl) dll. Dunia yang berwujud atau yang diketahui yang mana sebagian besar dari kita sudah terbiasa sangatlah kecil dibandingkan dengan dunia halus tak berwujud tersebut. Kenyataannya batasan dari dunia yang diketahui dibandingkan dengan dunia halus adalah dalam rasio satu hingga tak terbatas. Dunia halus ini sangat mempengaruhi kehidupan kita. Unsur-unsur utama dalam dunia halus yang mempengaruhi kehidupan kita adalah tubuh rohani/ halus (yang lebih dikenal sebagai roh) nenek moyang kita yang telah meninggal dan hantu-hantu.
Dampak dari dunia-halus pada kehidupan kita bisa cukup berbeda tergantung pada profil spiritual kita, yang meliputi tingkat pencapaian spiritual dan upaya-upaya yang kita ambil untuk tumbuh secara spiritual serta membantu orang lain tumbuh secara spiritual.
Tabel berikut menunjukkan efek dari berbagai unsur dunia halus terhadap dua jenis orang dengan profil spiritual yang sangat berbeda.
  • Profil spiritual 1: Seseorang dengan tingkat pencapaian spiritual 20%, tidak melakukan latihan spiritual apapun.
  • Profil spiritual 2: Seseorang dengan tingkat pencapaian spiritual 50%, melakukan latihan spiritual secara sadar maupun tidak sadar sesuai dengan keenam prinsip dasar dari latihan spiritual dan demi membantu masyarakat untuk tumbuh secara spiritual.
Berbagai unsur tersebut mempengaruhi kehidupan kita dalam semua dimensi seperti fisik, psikologis, finansial, sosial, pendidikan dll dan merupakan akar penyebab spiritual dari kesulitan-kesulitan di dalam kehidupan kita.
  Bukan pencari pada tingkat pencapaian spiritual 20% (dgn kata lain. Tidak melakukan latihan spiritual apapun) Pencari pada tingkat pencapaian spiritual 50% (melakukan latihan spiritual demi kepentingan masyarakat)
Penderitaan / ketidaknyamanan akibat hantu (setan, iblis, energi negatif, dll)1 30% 50%2
1A. Kesadaran akan ketidaknyamanan
30%3 20%3
1B. Toleransi
10%3 30%3
1C. Energi spiritual dari hantu
30%4 50%4
2. Ketidaknyamanan akibat energi positif (%)5 10% 10%
3. Berkaitan dengan energi spiritual 30%
3A. Kunḍalinī6
10%
3B. Berkurangnya energi vital7
20%
4. Lainnya7 Makanan, pakaian, waktu, hukuman kolektif (dosa) dll.
10%
jumlah keseluruhan ketidaknyamanan 40%8 100%8
Catatan kaki:
  1. Ini termasuk ketidaknyamanan yang disebabkan oleh hantu atau leluhur. Seseorang yang tidak melakukan latihan spiritual dan yang berada pada tingkat pencapaian spiritual 20% lebih cenderung akan terpengaruh oleh leluhur. Hal ini disebabkan hantu yang tingkatnya lebih tinggi menganggap remeh orang di tingkat pencapaian 20% dan bukan merupakan ancaman spiritual bagi mereka. Silahkan baca artikel tentang "Mengapa leluhur mengganggu kita?" Di sisi lain, orang yang berusaha untuk melakukan latihan spiritual baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lebih cenderung akan diserang oleh hantu.
  2. Peningkatan serangan di sini disebabkan oleh fakta bahwa orang ini dengan membantu masyarakat untuk tumbuh secara spiritual memberikan kontribusi terhadap peningkatan komponen Sattva di dalam masyarakat. Penting untuk dicatat bahwa latihan spiritual yang efektif harus secara sadar ataupun tidak sadar sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual. Baru kemudian latihan tersebut benar-benar mampu menghasilkan kemurnian dalam masyarakat. Hantu yang dominan Raja dan Tama nya terganggu oleh meningkatnya kemurnian dalam masyarakat. Silahkan baca artikel tentang tujuan dari hantu.
  3. Disebabkan meningkatnya latihan spiritual, mekanisme ambang batas / pertahanan seseorang pada tingkat pencapaian spiritual 50% terhadap suatu serangan akan lebih tinggi. Akibatnya meskipun mereka lebih banyak diserang, mereka mampu menghadapi dan menanggungnya dengan lebih baik.
  4. Entitas negatif tingkat rendah dengan energi spiritual 30% tidak bisa menyentuh seseorang pada tingkat pencapaian spiritual 50% karena perlindungan yang dapat mereka terima dari Tuhan YME. Di sisi lain, orang-orang dengan tingkat pencapaian spiritual rendah lebih rentan terhadap serangan-serangan bahkan dari hantu tingkat rendah. Silahkan baca artikel tentang 'Sejauh mana tingkat pencapaian spiritual memberikan selubung pelindung terhadap hantu?’
  5. Terkadang energi positif juga dapat menyebabkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan kita. Hal ini mungkin tampak seperti sebuah paradoks tetapi dapat dipahami oleh sebuah analogi sederhana. Kadang-kadang jika seorang siswa memiliki banyak sekali potensi dan dia tidak belajar sesuai kemampuannya, maka orang tua atau pengajar nya mungkin akan menghukum dan memaksanya untuk belajar. Hukuman tersebut mungkin tampak seperti suatu permasalahan bagi siswa tersebut tetapi hal itu juga membantu untuk membuat ia lebih terlibat dengan studinya. Begitu juga, kadang-kadang energi-energi positif menyebabkan permasalahan dalam kehidupan kita untuk membuat kita berhenti dan berpikir serta membawa kita untuk bertanya tentang dunia spiritual dan latihan spiritual.
  6. Baik terganggunya Kunḍalinī  maupun penurunan energi Vital (Prāṇashakti) pada umumnya disebabkan oleh hantu. Persoalan tentang Kundalini hanya relevan untuk ‘para pencari’ karena untuk para ‘bukan-pencari’ di tingkat pencapaian spiritual 20%, Kundalini nya tertidur di Mūlādhār-chakra, yaitu pusat energi spiritual di pangkal/ dasar tulang belakang.
  7. Faktor-faktor yang tercakup dalam bagian ini mempengaruhi kita sebagai berikut:
    • Makanan: Makanan yang basi, makanan kaleng dan makanan bukan-vegetarian mengandung komponen dasar halus Raja-Tama dengan taraf yang lebih besar. Hal tersebut menjadi lebih mudah bagi hantu-hantu untuk menyerang seseorang dengan menggunakan media seperti makanan yang dominan Raja-Tama nya.
    • Pakaian: pakaian sintetis memiliki komponen dasar halus Raja-Tama yang dominan. Warna hitam dan gelap juga menarik, menyerap dan memancarkan komponen dasar halus Raja-Tama dengan tingkatan yang lebih besar. Dengan demikian, hal tersebut menjadi lebih mudah bagi hantu untuk mempengaruhi orang-orang yang mengenakan pakaian semacam itu.
    • Waktu: Satu waktu tertentu bisa atau belum tentu baik bagi seseorang. Sebagai contoh, seorang industrialis menderita kerugian besar meskipun semua variabel lainnya seperti misalnya partisipasi atau kerjasama staf/ pekerja, teknologi, investasi modal dll sedang londusif dan tidak adanya serangan dari tubuh rohani leluhur yang sudah meninggal atau hantu. Dalam hal ini, kerugian merupakan efek dari faktor waktu.
    • Hukuman (Karma buruk) bersama/ kolektif: Jika suatu negara, masyarakat atau ras telah melakukan kejahatan terhadap orang lain, hal tersebut menjadi tanggung jawab mereka untuk mendapatkan apa yang dikenal sebagai kerugian bersama. Di sini, apakah seorang individu tertentu telah berpartisipasi atau sebagai pihak ketiga dalam kejahatan tersebut tidaklah penting. Berdiam diri sama saja seperti menjadi pihak ketiga dalam kejahatan. Pada waktunya, seluruh penduduk harus menderita secara merata dan bersama-sama baik dalam kelahiran yang sama maupun kelahiran lainnya.
Para hantu memanfaatkan faktor yang tidak menguntungkan bagi orang tersebut untuk menyerangnya. Mereka tidak peduli dengan ‘bukan-pencari’ karena di mata mereka mereka bukan-pencari tidaklah penting.
  1. Poin pentingnya adalah apakah kita melakukan latihan spiritual atau tidak, tetap kita akan diserang. Sekilas, seseorang mungkin merasa bahwa dengan melakukan latihan spiritual, ia menjadi cenderung untuk lebih diserang oleh hant. Hal ini mirip dengan orang kaya dan super kaya yang lebih banyak dijadikan sasaran oleh para penculik. Tapi orang kaya juga lebih siap untuk menangani hal tersebut, selain semua fasilitas yang mereka nikmati dengan menjadi kaya. Demikian pula dengan latihan spiritual, meskipun kita lebih banyak diserang, karena kita memiliki akses ke perlindungan yang juga lebih tinggi dari Tuhan YME, maka kita juga lebih siap untuk menangani hal tersebut. Orang-orang tanpa latihan spiritual dan oleh sebab itu energi spiritualnya lebih sedikit, menjadi rentan terhadap segala macam jenis serangan oleh hantu.
Hal ini juga dapat dipahami oleh analogi berikut. Kadang-kadang kita menjalani bertahun-tahun studi, yang mungkin relatif lebih sengsara dibandingkan dengan orang lain yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah atas dan sudah berpenghasilan, meskipun dalam jumlah sedikit. Sementara kita menghabiskan berjam-jam terkurung untuk belajar di rumah, mereka dapat menikmati hidup mereka dan pergi meononton film dll. Namun dikarenakan upaya-upaya akademik ini, kita lebih siap untuk menaiki tangga perusahaan atau menjadi sukses dalam bidang yang kita pilih. Dengan keberhasilan ini, kita mendapatkan akses ke fasilitas dan hak istimewa yang orang lain hanya bisa berharap. Seiring dengan hal ini datang tanggung jawab karena kita memiliki kemampuan untuk membantu orang dan mempengaruhi perubahan dalam masyarakat. Dalam cara yang sama, dengan pertumbuhan spiritual meskipun hantu dan energi negatif membuat kita menjadi target, kita juga mengalami berbagai manfaat. Kita telah membahas beberapa manfaat dalam bagian kami tentang manfaat-manfaat dari latihan spiritual.

4. Prinsip di balik mengatasi permasalahan yang memiliki akar penyebab di alam spiritual

Untuk permasalahan-permasalahan yang memiliki akar penyebab di alam spiritual, hanya sesuatu hal spiritual yang dapat mengurangi intensitas dan menghilangakan permasalahan tersebut secara permanen.
  1. Solusi spiritual tertentu Solusi spiritual adalah sesuatu hal yang diterapkan terutama untuk mengatasi suatu permasalahan spiritual tertentu. Dalam situs ini, kami telah membahas metode-metode terapi spiritual ini dalam bagian terapi spiritual. Namun terapi spiritual tidak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan spiritual.
  2. Latihan spiritual Latihan spiritual yang sesuai dengan hukum dasar dari latihan spiritual menghasilkan pertumbuhan spiritual. Jenis latihan spiritual ini meningkatkan kapasitas spiritual atau pertumbuhan spiritual, yang selanjutnya melindungi dan mengisolir kita dari unsur-unsur negatif di alam spiritual.

5. Rangkuman

Dalam rangkuman, poin-poin penting untuk diambil dari artikel ini adalah:
  • Lain kali anda melihat sebuah permasalahan terungkap dalam hidup anda, ingatlah bahwa penyebabnya bisa bersifat fisik, psikologis atau spiritual. Terdapat kemungkinan yang sangat tinggi bahwa akar penyebabnya adalah bersifat spiritual.
  • Semua permasalahan besar kemungkinan besar telah ditakdirkan, yang merupakan suatu jenis permasalahan spiritual di mana kita menyelesaikan perhitungan-perhitungan (karma) masa lalu. Perlindungan dari takdir hanya dapat dicapai melalui latihan spiritual.
  • leluhur kita dan para hantu dapat menyebabkan atau mempengaruhi permasalahan dalam suatu keluarga seperti penyakit fisik, penyakit mental, dll Jika tingkat pencapaian spiritual kita rendah, maka kita menjadi sangat rentan terhadap serangan mereka.
  • Latihan spiritual berkelanjutan yang sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual adalah satu-satunya cara yang efektif untuk mendapatkan perlindungan dari alam spiritual.

Manfaat-Manfaat dari Praktik Spiritual


Takdir dan aturan dari memberi-dan-menerima (give-and-take)

Banyak peristiwa-peristiwa dalam kehidupan kita telah ditakdirkan, mulai dari kelahiran kita dan keluarga kita dilahirkan. Seseorang dilahirkan di dalam satu keluarga, di mana kondisi-kondisinya kondusif bagi orang tersebut untuk menjalani takdir dan orang tersebut memiliki akun memberi-dan-menerima (give-and-take account) yang signifikan dengan masing-masing antara anggota keluarga.
Menurut hukum karma, setiap perbuatan positif menghasilkan ‘pahala’ sementara setiap perbuatan negatif menghasilkan ‘hukuman’ atau dosa. Selanjutnya, seseorang harus menuai hasil dari tindakan-tindakannya. Setiap kali seseorang melakukan perbuatan baik kepada orang lain, perbuatan itu pasti akan memberikan pengembalian/ balasan yang positif (dalam bentuk beberapa kebahagiaan), bukan hanya sekedar ucapan terima kasih dari orang tersebut! Setiap kali seseorang mengakibatkan rasa sakit/ kerugian, perbuatan tersebut pasti akan memberikan balasan yang negatif dalam wujud kesedihan dalam beberapa bentuk. Hal ini tidak dapat diabaikan hanya dengan sekedar ‘Maaf’!
Hukum karma tidak dapat dihindarkan. Hukum ini berfungsi seperti hukum gerak Newton ketiga, yang menyatakan, ‘Untuk setiap aksi, terdapat reaksi yang sama dan berlawanan’.
Sepanjang hidup, kita menyelesaikan baik akun lama atau membuat akun yang baru. Jika akun tersebut tidak dapat diselesaikan dalam kehidupan ini, akun ini akan dibawa ke kehidupan berikutnya. Pada umumnya kita tidak menyadari akun memberi-dan-menerima yang dihasilkan di kehidupan kita sebelumnya.
Di samping itu juga, status dari hubungan dan jenis kelamin dari sang individu mungkin berubah dengan kelahiran-kelahiran selanjutnya. Di mana, ayah dari seorang individu dalam satu kehidupan dapat saja dilahirkan sebagai anak perempuan dari individu yang sama dalam kehidupan selanjutnya.
Berikut ini adalah contoh-contoh dari bagaimana akun-akun tersebut diciptakan dan diselesaikan sebagai suatu takdir dari seseorang. Contoh ini juga memberikan pemahaman tentang bagaimana praktik spiritual dapat meniadakan pengaruh-pengaruh dari takdir:
Creation of a give-and-take account
Menurut ilmu pengetahuan spiritualitas, sebagian besar dari anggota keluarga kita adalah orang-orang dengan siapa kita memiliki akun-akun positif atau negatif dari kelahiran-kelahiran sebelumnya. Alasan dari hal ini adalah seseorang harus berdekatan dengan orang lainnya untuk dapat mengalami kesenangan atau rasa sakit.
Jadi kita telah melihat bagaimana spiritualitas dapat berguna bahkan untuk kita-kita yang sama sekali tidak memiliki aspirasi spiritual apapun dan hanya ingin tenggelam dalam pencarian hal-hal duniawi. Bahkan supaya hubungan-hubungan duniawi tersebut dapat berhasil, mereka perlu terlindung dari takdir.

Berbagai Cara Orang Berusaha Untuk Mengatasi Kesulitan Dalam Kehidupan Mereka



Jika kita mundur selangkah dan melihat pada kehidupan kita, hampir sepanjang hari kita habiskan untuk melakukan atau mencapai ​​sesuatu yang akan memberi kita kebahagiaan, kepuasan atau kesenangan. Di sisi lain, keseharian kita bisa juga dihabiskan dalam mencoba untuk mengatasi masalah atau kesulitan tertentu.
Sebisa mungkin kita ingin mengejar aktifitas-aktifitas yang akan memicu timbulnya perasaan-perasaan menyenangkan, sebetulnya hal tersebut akan terlihat pada sebagian dari kita, bahwa permasalahan-permasalahan yang kita hadapi jauh lebih besar daripada kesenangan-kesenangan dalam kehidupan kita.
Permasalahan-permasalahan ini mengambil bentuk yang berbeda bagi setiap orang.
  • Untuk sebagian dari kita, permasalahannya keuangan.
  • Untuk yang lainnya, permasalahannya kehilangan seseorang yang dicintai.
  • Untuk sebagian, permasalahannya ketidakharmonisan dalam pernikahan.
  • Untuk sebagian lagi, permasalahannya ketidakmampuan untuk memiliki anak.
Sepanjang hari, kita dihujani dengan isu-isu dan permasalahan. Kadang-kadang kita dapat dipengaruhi oleh lebih dari satu dimensi dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, kita mungkin menghadapi hambatan keuangan dan ketidakharmonisan dalam pernikahan keduanya pada waktu yang sama. Ketika banyak permasalahan hidup turun ke kita pada saat yang bersamaan, pada saat itulah hal tersebut benar-benar terasa berat bagi kita. Kadang-kadang kita bisa terdorong ke titik putus asa yang ekstrim dan sebagian dari kita bahkan bisa berpikir untuk bunuh diri.
Spiritual Science Research Foundation (SSRF) melalui bagian ini, menjelaskan akar penyebab dari permasalahan dan cara serta sarana untuk mengatasinya.
 

Bagaimana kita umumnya mengatasi permasalahan dan kesulitan dalam hidup?

Biasanya ada tiga cara di mana kita mencoba untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam hidup kita.
They are:
Mereka adalah:
  • Cara suprfisial (di permukaan)
  • Melalui saran pakar berdasarkan ilmu pengetahuan modern
  • Melalui agama
 

Cara superfisial (di permukaan)

Cara ini adalah ketika kita tidak mengatasi permasalahannya, tetapi malah mengalihkan pikiran kita dengan memusatkan perhatian pada sesuatu hal lain untuk meringankan rasa sakit. Contoh dari hal ini adalah ketika seorang wanita pergi berbelanja setelah bertengkar dengan suaminya, sementara sang suami pergi ke pub (tempat untuk minum-minum) di sekitarnya untuk menghilangkan kesedihannya. Tentu saja, permasalahannya masih tetap ada. Permasalahannya telah ditangani di permukaan saja, dengan kata lain disapu dan ditempatkan di bawah karpet.
1-IND-Superficial
Cukup banyak dari kita menggunakan cara ini terutama ketika akar permasalahannya terlalu menyakitkan untuk diatasi.
 

Melalui ilmu pengetahuan modern

Sebagian besar dari kita mencoba untuk mengatasi permasalahan kita dengan mengidentifikasi penyebabnya dan menanggulanginya dengan bantuan ilmu pengetahuan modern. Hal ini termasuk saran ahli yang berasal dari berbagai aliran seperti ahli hukum, konsultan keuangan, psikolog dll

2-IND-Modern-science-steps

Sebagai contoh, jika seseorang telah menkonsumsi makanan yang terkontaminasi dan mengalami sakit perut, maka ia akan meminum antibiotik untuk mengatasi masalah perut tersebut. Di sini, pada dasarnya ia menempatkan tiga langkah yang sama dalam mengatasi permasalahannya.
  • Langkah 1 – Mengidentifikasi permasalahannya
  • Langkah 2 – Mengidentifikasi penyebabnya: Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi
  • Langkah 3 – Menerapkan solusinya: Meminum antibiotik untuk mengatasi permasalahannya
Proses tiga langkah ini umumnya berlangsung di semua kasus di mana kita menggunakan ilmu pengetahuan modern untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam hidup.
 

Agama

Beberapa orang beralih ke Agama:
  • Sebagai cara untuk meringankan rasa sakit mereka
  • Sebagai upaya terakhir ketika semuanya gagal. Sering kali orang telah mengalami penyembuhan ajaib setelah berziarah, beralih ke doa, berjanji kepada Tuhan YME dan kunjungan ke Orang-orang Suci (Saints).
Penelitian modern juga telah menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih religius lebih cenderung terlindungi dari permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi dalam hidup dan dengan demikian lebih kecil kemungkinannya untuk terdorong ke situasi ekstrim yang membuat mereka kehilangan kendali diri. Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Nasional Ketergantungan dan Penyalahgunaan Zat terlarang (CASA) di Universitas Columbia. Ditemukan bahwa orang dewasa yang tidak pernah menghadiri pelayanan-pelayanan keagamaan delapan kali lebih besar kemungkinannya untuk menggunakan ganja dibandingkan mereka yang menghadiri acara keagamaan setiap minggu. (Ref:casacolumbia.org, 2001)
Lalu apa tepatnya hubungan antara agama, Spiritualitas dengan kesulitan-kesulitan dapat terselesaikan atau teratasi? Spiritual Science Research Foundation telah menyelidiki hubungan ini secara mendalam dan melalui bagian ini akan memberikan informasi secara teratur.

Evil Eye (Mata Jahat)

Evil eye (mata jahat)


1. Evil eye – Sebuah pengantar

Banyak kebudayaan di seluruh dunia yang percaya bahwa melalui pemikiran-pemikiran kita atau melalui sorot mata dengki, seseorang dapat menyebabkan bahaya bagi orang lain dalam bentuk penyakit, cedera, atau bahkan kematian. Meskipun terdapat banyak istilah yang berbeda untuk fenomena ini, kita akan menggunakan istilah "evil eye/ mata jahat " dalam artikel ini .
Dalam seri artikel-artikel kami tentang ‘evil eye’, kami menjelaskan apakah evil eye itu, bagaimana kita dapat menderita akibat evil eye, gejala-gejala yang mungkin kita alami jika terserang evil eye, dan apa yang dapat kita lakukan untuk menyingkirkan hal tersebut.

2. Apakah evil eye itu?

Evil eye merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses menjadi terpengaruh oleh getaran-getaran Raja-Tama dari orang lain. Orang lain bisa menyerang kita dengan evil eye secara sengaja ataupun tidak sengaja .
Di dunia masa kini yang serba kompetitif dan materialistis, kebanyakan orang memiliki ganguan-gangguan kepribadian dan sifat-sifat buruk seperti cemburu, kebencian, rasa lapar akan publisitas dll. Getaran-getaran Raja-Tama yang dihasilkan dari sifat-sifat buruk tersebut memiliki efek yang menyusahkan kita secara spiritual. Hal ini adalah apa yang disebut sebagai terserang oleh evil eye. Penderitaan-penderitaan yang dialami akibat terpengaruh atau dirasuki oleh energi-energi negatif (hantu, setan, iblis dll) juga merupakan jenis serangan oleh evil eye.
Meskipun evil eye telah dipandang oleh banyak orang sebagai murni takhyaul dan fenomena yang tidak memiliki fakta rasional, mereka gagal untuk mengenali atau memahami bagaimana berbagai aspek dari dimensi spiritual dapat memiliki efek langsung pada kita. Melalui penelitian kami tentang berbagai metode dan ritual untuk mennyingkirkan evil eye, kami telah menemukan bahwa individu-individu terhadap siapa ritual-ritual tersebut dilakukan, telah mengalami pemulihan langsung dari berbagai permasalahan-permasalahan yang mereka derita, dan yang tidak bisa diatasi dengan cara konvensional .

3. Siapa atau apa yang dapat terserang oleh ‘evil eye’?

Evil eye dapat disalurkan pada siapapun dan apapun juga. Hal ini termasuk seorang individu, seekor hewan, tanaman, serta benda mati.

4. Bagaimana seseorang dapat terserang oleh ‘evil eye’ (mata jahat)?

Seorang Pencari yang memiliki kemampuan indra keenam mendalam, Nn. Priyanka Lotlikar, telah membuat gambar berdasarkan pengetahuan dimensi spiritual/ halus yang melukiskan efek halus dari menyalurkan ‘evil eye’/ mata jahat. Hal ini menunjukkan proses dimensi spiritual/ halus yang ia amati ketika seseorang menyalurkan evil eye kepada orang lainnya.
Gelombang yang berorientasi pada hasrat keinginan yang dihasilkan di dalam diri seseorang tentang individu lainnya terkirim ke individu tersebut dan sebuah ‘evil eye’/ mata jahat tersalurkan kepada individu itu. Dari gambar yang berdasarkan pengetahuan dimensi spiritual di atas, kita dapat melihat bahwa aliran energi yang terkirim ke orang lainnya merupakan dominan Raja-Tama nya dan kemudian menyerang tubuh kasar (sthūladēha), tubuh vital (prāṇa-dēha), tubuh mental (manodēha), and tubuh kausal (kāraṇdēha) Hal ini menciptakan selubung halus yang tidak nyaman di sekitar individu tersebut dan akibatnya individu itu mengalami penderitaan.
Di bawah ini kami telah menjabarkan beberapa pemicu dari penderitaan akibat evil eye/ mata jahat

4.1 Melalui pemikiran-pemikiran yang mengandung hasrat

Kadang-kadang ketika orang-orang melihat seorang anak yang tersenyum dan sehat, tanpa mereka sadari telah memikirkan beberapa pemikiran-pemikiran dengan hasrat keinginan tertentu. Karena pemikiran-pemikiran ini dominan Raja-Tama nya, maka si anak tersebut dapat terserang dengan negatif di mana tubuh rohani/ halus mereka masih sangat sensitif.
Contoh lain adalah ketika seorang wanita mengenakan pakaian yang provokatif/ terbuka. Individu-individu dari lawan jenis mungkin memiliki pemikiran yang mengandung hasrat tentang wanita tersebut. Ketika pemikiran-pemikiran berhasrat ini dihasilkan di dalam pikiran lawan jenis tersebut, hal itu meningkatkan Raja-Tama pada individu yang bersangkutan dan juga mempengaruhi wanita bersangkutan, serta orang lain di lingkungan sekitarnya.

4.2 Melalui pemikiran-pemikiran iri hati

Di dalam beberapa situasi, seorang individu atau energi negatif mendapat pemkiran-pemikiran buruk tentang individu lainnya, hewan atau objek atau merasa iri akan keberhasilan mereka. Getaran-getaran negatif yang dihasilkan akan mempengaruhi individu, hewan atau objek tersebut.
Ada seorang wanita yang mengalami bahwa setelah berpartisipasi dalam sebuah lomba tari dan meraih tempat pertama, ia kemudian jatuh sakit dan terbaring di tempat tidur keesokan harinya. Setelah ibunya melakukan ritual untuk menyingkirkan ‘evil eye’/ mata jahat, dia pun segera pulih. Karena ia telah mencapai tempat pertama dalam lomba tersebut, peserta lain yang bersaing melawannya memiliki pemikiran-pemikiran iri tentang dirinya dan hal ini memberikan efek langsung terhadap dirinya.

4.3 Melalui ilmu hitam

Ilmu hitam adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu ritual di mana mantra-mantra dan peralatan spesifik digunakan dengan tujuan khusus untuk menyebabkan kerusakan pada individu lainnya. Terdapat beberapa orang di dalam masyarakat serta energi negatif tingkat tinggi sendiri yang melakukan ritual-ritual seperti ilmu hitam. Seringkali orang-orang dalam masyarakat yang melakukan ilmu hitam melakukan hal tersebut di bawah pengaruh energi-energi negatif.
Dalam kasus terserang oleh ‘evil eye’/ mata jahat selain melalui ilmu hitam, kekuatan dari niatan di balik penyaluran mata jahat dari seseorang bisa mencapai 30%, namun jika mata jahat disalurkan melalui ilmu hitam, maka kekuatan dari niatannya berada di atas 30% dan akan lebih parah.

4.4 Melalui energi-energi negatif

Individu-individu yang menderita oleh energi-energi negatif dipengaruhi oleh energi tidak nyaman yang dilepaskan dari energi-energi negatif. Hal ini juga merupakan suatu bentuk dari terserang oleh evil eye.
Para pencari Tuhan yang melakukan latihan spiritual untuk penyebaran spiritualitas (samashṭi sādhanā) adalah yang terdepan yang menjadi perhatian para energi negatif. Karena mereka berusaha untuk mendirikan Kerajaan Ilahi, maka energi negatif yang sebaliknya ingin mendirikan Kerajaan Setan bertindak untuk menimbulkan penderitaan bagi para pencari tersebut.
Meskipun diserang oleh energi-energi negatif, para pencari Tuhan memiliki akses ke perlindungan Ilahi dan latihan spiritual yang memungkinkan mereka untuk mengatasi tekanan dan hambatan yang ditimbulkan oleh energi-energi negatif.

4.5 Tergantung pada apakah kekuatan ‘evil eye’ itu?

Tabel di bawah ini memberikan perbandingan tentang berbagai sumber yang menyebabkan serangan evil eye, intensitas nya dan kekuatan spiritual di balik nya.

5. Gejala-gejala terserang oleh ‘evil eye’

Beberapa gejala dari terserang oleh evil eye termasuk:
Permasalahan fisik Kecanduan, penyakit berulang, sakit kulit yang terus kambuh, sakit kepala berat, sakit kuping, nyeri pada mata, pingsan, mati rasa di anggota tubuh, jantung berdebar, penurunan panas tubuh, dan merasa lemas
Permasalahan mental Terus menerus merasa tegang dan depresi, ketakutan yang berlebihan, meningkatnya pemikiran yang tidak perlu dan keraguan terhadap orang lain
Permasalahan pendidikan Gagal dalam ujian meskipun bekerja keras, pelupa meskipun memiliki kecerdasan yang baik
Permasalahan finansial Tidak mendapatkan pekerjaan, kegagalan dalam bisnis, kerugian keuangan yang berulang atau ditipu
Permasalahan – permasalahan pernikahan dan keluarga Tidak kunjung menikah, perselisihan dalam pernikahan, kemandulan, aborsi, kelahiran prematur, lahirnya seorang anak yang cacat fisik atau mental, anak yang meninggal di usia belia
Gejala-gejala terserang oleh mata jahat sangatlah mirip dengan permasalahan spiritual lainyan yang dikenal sebagai pemasalahan leluhur. Hanya orang yang telah maju secara spiritual (di atas tingkat pencapaian spiritual 70%) yang akan dapat mengetahui akar penyebab spiritual yang pasti dari permasalahan yang kita hadapi. Oleh sebab itu, akan lebih baik untuk melakukan solusi bagi keduanya, baik untuk permasalahan leluhur dan untuk mata jahat jika anda mengalami gejala-gejala di atas.

6. ‘Evil eye’ di masa kini

Di era Kaliyug saat ini, karena sebagian besar orang tidak melakukan latihan spiritual, maka komponen Tama di dalam diri mereka dan di dalam lingkungan sekitar sangatlah tinggi. Berbagai impresi dalam pikiran, seperti keserakahan, iri hati dll adalah dominan dan banyak orang memiliki kemelekatan yang kuat pada hal-hal duniawi. Semua pemikiran ini berhubungan dengan tanggapan yang berorientasi pada hasrat keinginan. Sebagaimana impresi dan keinginan ini sangatlah dominan di dalam masyarakat pada saat ini, maka komponen Tama dari mereka mempengaruhi setiap orang melalui satu cara atau cara lainnya. Oleh sebab alasan-alasan tersebut dan karena aktivitas energi-energi negatif yang juga tinggi, maka timbulnya mata jahat di masa sekarang ini sangat tinggi.

7. Metode untuk menyingkirkan ‘evil eye’ dan pentingnya latihan spiritual sebagai suatu sarana untuk melindungi dari ‘evil eye’

Terdapat berbagai metode untuk menyingkirkan evil eye dengan menggunakan bahan-bahan berbeda yang memiliki kemampuan untuk menyerap getaran-getaran negatif. Setelah itu, bahan tersebut dibakar atau direndam dalam air.
Pada artikel lainnya, kami juga membahas tentang ritual untuk menyingkirkan evil eye/ mata jahat dan memberikan andil dengan rinci tentang berbagai metode yang bisa dilakukan.
Metode-metode ini termasuk:
  • Metode: Garam dan biji sawi
  • Metode: Garam, biji sawi dan cabai
  • Metode: Kelapa
  • Metode: Tawas
Sementara metode-metode di atas efektif dalam memberikan bantuan langsung terhadap efek dari mata jahat, namun hal itu hanyalah solusi sementara, sebab seseorang dapat terpengaruh lagi oleh mata jahat meskipun setelah terbebas dari hal itu sebelumnya. Dengan melakukan latihan spiritual secara teratur sesuai dengan 6 prinsip dasar, maka sebuah perisai halus yang melindungi kita dari mata jahat akan terbentuk di sekitar kita dan kita pun mampu menyerap gelombang-gelombang Ilahi dari atmosfer dengan lebih besar.

4 Jenis Manusia Berdasarkan Tujuan Hidupnya

Tujuan hidup itu penting, setiap orang hampir dapat dipastikan punya tujuan hidupnya masing-masing. Berdasarkan tujuan hidupnya, manusia bisa dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu Pencari Kebahagiaan, Pencari Ketenangan, Pencari Kepuasan, dan Orang yang Tidak Punya Tujuan.
PENCARI KEBAHAGIAAN (HAPPINESS)
Orang-orang yang tujuan hidupnya mencari kebahagiaan cenderung punya kehidupan yang dinamis. Pencari kebahagiaan dibagi menjadi 6 tipe:
  1. Penumpuk Harta (Wealth Oriented) 
    Si Penumpuk Harta adalah mereka yang bahagia kalau punya uang banyak atau harta yang melimpah. Orang yang tipenya seperti ini biasanya disebut materialistis. Mereka cenderung pelit dan penuh perhitungan. Untung-rugi adalah mekanisme kerja mereka. Prinsip hidup mereka sama dengan prinsip ekonomi, “Dengan pengorbanan minimum, dapat hasil tertentu. Atau dengan pengorbanan tertentu, dapat hasil maksimum.”
  2. Pemimpi Pasangan Ideal (Romance Oriented) 
    Biasanya, orang bertipe ini adalah orang yang hidupnya dipenuhi angan-angan setinggi langit tentang sosok pangeran berkuda putih ataupun bidadari surga. Umumnya, orang-orang yang seperti ini gemar tebar pesona dan cenderung genit. Namun tak sedikit juga dari tipe ini yang sifatnya pemalu. Ciri-ciri lainnya dari tipe ini adalah suka bergonta-ganti pacar atau suami/istri.
  3. Pengejar Jabatan atau Karir (Career Oriented) 
    Orang yang mengejar jabatan atau karir adalah sosok yang ambisius. Sebagian besar orang tipe ini adalah orang yang haus kekuasaan. Mereka senantiasa mempunyai sifat pekerja keras dan profesional. Biasanya, para Pengejar Jabatan atau Karir adalah orang yang ahli dalam mempengaruhi orang lain.
  4. Penikmat Popularitas (Popularity Oriented) 
    Mereka yang termasuk dalam tipe ini biasanya gemar mencari teman sebanyak mungkin. Mereka umumnya pandai berbicara dan mengambil hati orang lain. Menjadi terkenal adalah impian mereka. Cara mereka untuk mendapatkan ketenaran bermacam-macam, ada yang lewat prestasi, ada juga yang lewat sensasi.
  5. Pembangun Keluarga (Family Oriented) 
    Para Pembangun Keluarga adalah sosok visioner yang biasanya bijak dan dewasa. Hidup mereka terletak pada hubungan yang harmonis dalam keluarga. Apapun yang mereka lakukan, tujuannya adalah untuk keluarga. Pencapaian-pencapaian tertentu yang dilakukan oleh anggota keluarga dapat membuat hati mereka bahagia, misalnya prestasi gemilang anak-anak mereka dan jumlah cucu yang banyak.
  6. Pemburu Ilmu Pengetahuan atau Kemampuan (Knowledge-Skill Oriented) 
    Bagi Pemburu Ilmu Pengetahuan atau Kemampuan, kata “tahu” dan “bisa” adalah kunci kebahagiaan. Hidup mereka sebagian besar diisi dengan dua hal, yaitu belajar dan latihan. Sifat tekun dan tidak mudah menyerah pada umumnya mereka miliki. Orientasi mereka bukan terletak pada benar atau salah, melainkan pada penguasaan informasi atau kemampuan. Menjadi pakar atau ahli dalam bidang tertentu adalah cita-cita tertinggi yang harus dicapai agar mencapai puncak kebahagiaan.
PENCARI KETENANGAN (TRANQUILITY)
Mereka yang mencari ketenangan pada umumnya memiliki kehidupan yang statis alias begitu-begitu saja. Pencari Ketenangan dibagi menjadi 2 tipe:
  1. Pencari Kebenaran (Truth Oriented) 
    Orang-orang yang mencari kebenaran biasanya cenderung kritis dan selalu mencari kesalahan yang terdapat pada suatu hal. Benar dan salah bagi mereka merupakan dua hal yang harus dapat ditemukan untuk mencapai ketenangan hidup.
  2. Pencari Jaminan/Kepastian (Assurance Oriented) 
    Kepastian hidup, adalah tujuan utama dari orang-orang bertipe ini. Mereka senantiasa bertahan pada satu fase hidup tertentu karena merasa nyaman berada di situ. Mereka tidak mau mengambil resiko, tidak mau keluar dari zona nyaman. Selain itu, orang-orang seperti ini biasanya sangat patuh terhadap norma-norma yang berlaku, baik itu norma hukum maupun norma agama.
PENCARI KEPUASAN (SATISFICATION)
Manusia yang hidupnya mengejar kepuasan semata biasanya punya kehidupan yang mengalir tanpa rencana. Mereka hanya hidup untuk hari ini. Mengenai apa yang telah terjadi kemarin atau apa yang akan terjadi besok, itu bukan urusan mereka. Orang-orang dengan tipe seperti ini sebenarnya merupakan perpaduan dari jenis Pencari Kebahagiaan, Pencari Ketenangan, dan Orang yang Tidak Punya Tujuan.
ORANG YANG TIDAK PUNYA TUJUAN (NO GOAL)
Ada saja orang-orang yang tidak tahu tujuan hidupnya. Jenis orang ini biasanya kebingungan dan merasakan kehampaan dalam hidupnya. Ada 2 tipe orang yang tidak punya tujuan hidup:
  1. Pencari Tujuan Hidup (Disoriented)
    Seorang pencari tujuan hidup adalah orang yang tidak tahu jati dirinya, apa maunya sesungguhnya, dan apa perannya dalam masyarakat. Mereka yang masuk dalam tipe ini hidup luntang-lantung tanpa tujuan. Mereka bingung dan tidak tahu harus melakukan apa. Dalam keadaan bingung dan hampa seperti itu, biasanya mereka mencari pelampiasan yang ekstrim untuk mengisi hidup dari kekosongan. Bahkan seringkali bunuh diri menjadi penyelesaian atas masalah tujuan hidup mereka.
  2. Pencapai Tujuan Hidup (Succeed)
    Ketika para Pencapai Tujuan Hidup telah mencapai tujuan hidupnya dan merasa sukses, tak sedikit mereka jatuh dalam kebingungan dan kehampaan. “Semua sudah saya dapatkan, sekarang apa lagi yang harus saya perbuat?” Begitulah yang ada di pikiran mereka. Sebagian dari orang-orang yang telah berhasil meraih tujuan hidupnya, akan memilih tujuan hidup yang berbeda dari yang sebelumnya. Namun, ada juga sebagian lainnya yang tetap bingung dan hampa hingga akhirnya melakukan pelampiasan yang ekstrim, sampai ada yang bunuh diri.
**********
Itulah yang dapat saya simpulkan dari observasi kecil saya selama ini. Nah, dari keempat jenis dan kesebelas tipe manusia di atas, yang manakah diri kita?

Apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia?


 Tujuan Arti Hidup

 

1. Kata pengantar dari tujuan-tujuan hidup atau arti hidup

Kerap kali kita mendengar pertanyaan klise tentang ‘Apa arti dari hidup?’ atau ‘Apakah tujuan hidup itu?’ atau ‘Kenapa kita dilahirkan? Dalam kebanyakan kasus, kita memiliki agenda masing-masing tentang apa yang menjadi tujuan-tujuan dalam hidup kita. Namun dari sudut pandang spiritual, terdapat dua alasan dasar tentang mengapa kita dilahirkan. Alasan-alasan inilah yang mendefinisikan tujuan hidup kita yang paling mendasar. Tujuan-tujuan ini adalah:
  • Untuk menyelesaikan akun/ perhitungan-perhitungan memberi-dan-menerima (give-and-take account/ Karma) yang kita miliki dengan berbagai orang.
  • Untuk membuat kemajuan spiritual dengan tujuan akhir bersatu dengan Tuhan dan dengan demikian keluar dari siklus kelahiran dan kematian.

2. Menyelesaikan, memberi dan menerima (karma) kita

Dalam kehidupan-kehidupan, kita mengakumulasi banyak akun-akun memberi-dan-menerima yang merupakan hasil langsung dari perbuatan dan tindakan kita. Akun-akun tersebut mungkin berupa positif atau negatif, tergantung sifat positif-negatif dari tindakan-tindakan kita tersebut. Pada hakekatnya, dalam era/ kurun saat ini sektiar 65% dari kehidupan kita telah ditakdirkan (tidak berada dalam kendali kita) dan 35% dari kehidupan kita diatur oleh kehendak bebas kita sendiri. Semua peristiwa-peristiwa besar dalam hidup kita telah ditakdirkan. Peristiwa-peristiwa ini termasuk kelahiran kita, keluarga di mana kita dilahirkan, orang yang kita nikahi, anak-anak yang kita miliki, penyakit serius dan waktu kematian kita. Kebahagiaan dan rasa sakit yang kita berikan dan terima dari orang-orang yang kita cintai dan kenali merupakan bentuk sederhana dari kasus akun-akun memberi-dan-menerima sebelumnya yang mengarahkan bagaimana hubungan-hubungan antar sesama terungkap.
 
 
Bagaimanapun, takdir kita dalam kehidupan saat ini hanyalah merupakan sebagian kecil dari akumulasi akun memberi-dan-menerima yang telah kita kumpulkan dalam banyak kehidupan
Dalam kehidupan kita, sembari kita menyelesaikan akun memberi-dan-menerima serta takdir yang diperuntukkan kehidupan tertentu kita, pada saat yang sama kita juga akhirnya membuat lebih banyak akun-akun dengan betindak/ berkehendak bebas. Hal ini pada akhirnya ditambahkan ke dalam keseluruhan akun memberi-dan-menerima, yang dikenal sebagai akun akumulasi. Sebagai hasilnya, kita harus terlahir kembali untuk melunasi akun-akun memberi-dan-menerima lebih lanjut dan terjebak dalam siklus kelahiran dan kematian.
Lihat ke artikel tentang ‘Pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian’ karena ini menjelaskan bagaimana kita terjebak dalam siklus kelahiran dan kematian.

3. Membuat kemajuan spiritual (tujuan hidup atau arti hidup sesungguhnya)

Puncaknya dalam perkembangan spiritual di semua Jalan Spiritual adalah menyatu dengan Tuhan. ‘Menyatu' dengan Tuhan berarti mengalami Kesadaran Tuhan di dalam diri kita dan di sekitar kita serta tidak mengidentifikasi diri dengan ke lima indera, pikiran dan intelek. Penyatuan ini terjadi pada tingkat pencapaian spiritual 100%. Kebanyakan orang di dunia saat ini berada pada tingkat spiritual 20-25% dan segan dalam melakukan suatu praktik spiritual untuk mengembangkan spiritualnya. Mereka juga mengidentifikasikan diri mereka dengan ke 5 indera, pikiran dan intelek. Hal ini tercermin dalam kehidupan kita dimana fokus utama kita terletak pada penampilan kita atau bersikap sombong tentang kepintaran atau kesuksesan kita.
Dengan melakukan praktik spiritual, ketika kita tumbuh ke tingkat pencapaian spiritual 80%, kita terbebas dari siklus kehidupan dan kematian. Setelah tingkat pencapaian spiritual ini, kita dapat melunasi apapun yang tersisa dari akun-akun memberi-dan-menerima kita, dari alam-alam non-fisik/ halus Mahārlok ke atas. Namun terkadang, orang-orang di atas tingkat pencapaian spiritual 80% bisa saja memilih untuk dilahirkan di Bumi untuk membimbing umat manusia dalam Spiritualitas.
Pertumbuhan spiritual hanya mungkin terjadi melalui praktik spiritual yang sesuai dengan ke enam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual. Jalan-jalan spiritual yang tidak sesuai dengan keenam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual menyebabkan stagnasi dalam pertumbuhan spiritual seorang individu.
Lihat ke artikel tentang Pentingnya planet Bumi untuk bisa melalukan praktik spiritual dibandingkan dengan alam-alam spiritual lainnya seperti surga dan neraka.

4. Apa yang dimaksud dalam hal ini mengenai tujuan hidup/ arti hidup kita?

Sebagian besar dari kita memiliki tujuan hidup/ arti hidup masing-masing. Tujuan – tujuan hidup ini mungkin menjadi seorang dokter, menjadi kaya dan terkenal atau mewakili Negara dalam bidang tertentu. Apapun tujuannya, bagi sebagian besar dari kita, lebih banyak tujuan tersebut lebih dominan keduniawiannya. Sistem-sistem pendidikan kita yang ada telah tertata untuk membantu kita mengejar tujuan-tujuan duniawi itu. Sebagai orang tua kita juga menanamkan tujuan hidup duniawi yang sama pada anak-anak kita dengan mendorong mereka untuk belajar dan masuk dalam profesi-profesi yang memberikan mereka manfaat keuangan lebih banyak dibandingkan dengan profesi kita sendiri.
Seseorang mungkin bertanya, “Bagaimanakah memiliki tujuan – tujuan hidup duniawi ini bisa sejalan dengan tujuan hidup spiritual dan alasan untuk kelahiran kita di Bumi?”
Jawabannya cukup sederhana. Kita berjuang untuk tujuan-tujuan duniawi terutama untuk mencari kepuasan dan kebahagiaan. Upaya untuk mencapai ‘kebahagiaan puncak dan kekal’ tersebut pada hakekatnya merupakan apa yang mendorong semua tindakan kita. Namun, setelah kita mencapai tujuan-tujuan duniawi kita, kebahagiaan dan kepuasaan yang dihasilkan hanya bertahan sebentar/ singkat, kemudian kita mengejar mimpi selanjutnya untuk diraih.
‘Kebahagiaan yang puncak dan kekal’ hanya dapat dicapai melalui praktik spiritual yang sesuai dengan ke enam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual. Wujud kebahagiaan tertinggi yaitu Bliss (Kebahagiaan abadi) merupakan aspek dari Tuhan. Ketika kita bersatu denganNya, kita pun merasakan Bliss yang terus menerus.
Ini bukan berarti bahwa kita harus meninggalkan apa yang kita lakukan dan hanya fokus pada praktik spiritual. Apa yang dimaksud adalah hanya dengan melakukan praktik spiritual bersamaan dengan kehidupan duniawi, barulah kita dapat mengalami kebahagiaan yang puncak dan kekal dalam arti sebenarnya. Manfaat-manfaat dari praktik spiritual telah kita diskusikan secara terperinci dalam bab tentang ‘Praktik spiritual untuk kebahagiaan yang kekal
Singkatnya, semakin tujuan – tujuan hidup kita berselaras dengan pesatnya perkembangan spiritual, semakin hidup kita menjadi kaya dan semakin sedikit rasa sakit yang kita alami dari hidup ini. Berikut ini adalah contoh dari bagaimana pandangan dalam tujuan hidup/ arti hidup kita berubah sejalan dengan berkembang dan matangnya kita secara spiritual.

5. Contoh dari bagaimana kehidupan duniawi dapat selaras dengan tujuan-tujuan spiritual

Di SSRF, kami memiliki sejumlah relawan yang melayani Tuhan dengan mempersembahkan waktu dan pengalaman kerja mereka. Contohnya:
  • Salah satu anggota kami adalah seorang konsultan IT dan menjalankan aspek-aspek teknikal dari situs SSRF pada saat waktu luangnya.
  • Salah satu anggota dari tim redaksi adalah seorang psikiater dan membantu dalam memeriksa informasi yang dimuat dalam situs SSRF dari sudut pandang arti medis dan spiritualnya.
  • Anggota SSRF lainnya bepergian ke negara-negara berbeda saat bekerja. Dia mengunakan waktu luangnya untuk memberitahu organisasi-organisasi dengan visi sama di negara itu tentang situs SSRF.
  • Ibu rumah tangga membantu menyiapkan hidangan ringan untuk pertemuan-pertemuan spiritual.
Anggota-anggota dari SSRF telah melihat suatu lompatan perubahan positif dalam kehidupan mereka ketika mereka mengenalkan spiritualitas dalam sepanjang hidup mereka. Salah satu perbedaan utama tersebut adalah peningkatan dalam kebahagiaan dan berkurangnya kesedihan. Walaupun ketika anggota-anggota SSRF menghadapi sebuah situasi yang seharusnya menyakitkan atau traumatis, mereka mendapatkan pengalaman telah terlindungi dari rasa sakit tersebut.

6. Apa yang salah dengan dilahirkan kembali dan kembali?

Terkadang orang bepikir, “Apa yang salah dengan dilahirkan kembali dan kembali?”
Saat kita masuk lebih jauh ke Kaliyuga (Era perselisihan), yaitu era sekarang dari Alam Semesta, sebagian besar kehidupan akan dipenuhi dengan permasalahan-permasalahan dan rasa sakit. Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa di seluruh dunia, rata-rata manusia hanya merasa bahagia 30% dari waktunya, sedangkan 40% dari waktunya ia merasakan ketidak bahagiaan. Sisa 30% dari waktunya, seseorang tersebut berada dalam kondisi netral di mana ia tidak mengalami kebahagiaan ataupun ketidak bahagiaan. Misalnya, ketika seseorang sedang berjalan di jalan raya atau mengerjakan tugas-tugas duniawi lainnya dll, ia tidak memiliki pemikiran pemikiran bahagia atau tidak bahagia.
Alasan utama untuk hal ini adalah karena kebanyakan orang berada pada tingkat pencapaian spiritual yang lebih rendah. Maka dari itu, keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan kita sering kali memberikan rasa sakit pada orang lain atau meningkatkan raja dan tama dalam lingkungan. Sebagai hasilnya, kita akhirnya mengumpulkan karma negatif atau akun-akun memberi-dan-menerima. Oleh sebab itu untuk sebagian besar umat manusia, kelahiran-kelahiran selanjutnya akan lebih menyakitkan dibandingkan kehidupan saat ini.
Sementara dunia telah membuat langkah-langkah besar dalam kemajuan ekonomi, pengetahuan ilmiah dan teknik, kenyataannya kita lebih miskin dibandingkan generasi-generasi sebelumnya dalam hal kebahagiaan yang merupakan tujuan paling dasar dalam kehidupan kita.
Mengingat bahwa kita semua menginginkan kebahagiaan; faktanya kelahiran kembali dan kehidupan masa depan kita tidak akan memberikan kebahagiaan puncak dan kekal yang kita inginkan. Hanya evolusi spiritual dan bersatu dengan Tuhan akan memberikan kita kebahagiaan yang berkesinambungan dan abadi.

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia adalah untuk mengoptimalkan kegunaan dari seluruh pekerja didalam sebuah perusahaan atau organisasi. Pada konteks ini, produktivitas diartikan sebagai nisbah dari output (keluaran) dari sebuah perusahaan terhadap inputnya (masukan) baik tu manusia,modal bahan baku, energi dan yang lainnya.  dan sementara itu, tujuan khusus dari sebuah Manajemen sumber daya manusia adalah untuk membantu para manajer fungsional atau manajer lini supaya bisa mengelola seluruh pekerja dengan cara yang lebih efektif.
manajemen sumber daya manusia
tujuan manajemen sumber daya manusia
Didalam konteks ini, seorang manajer sumber daya manusia adalah merupakan seorang yang lazimnya bertindak seperti kapasitas sebagai seorang staff, yang saling bekerja sama dengan pada manajer lainnya dalam membantu mereka untuk menangani semua masalah sumber daya manusia. Jadi, Basically, seluruh manajer bertanggung jawab terhadap pengelolaan tenaga kerja karyawan pada unit kerjanya masing masing. Dalam pelaksanaannya, dibutuhkan semacam suatu pembagian peran dan tanggung jawab dalam aktivitas aktivitas operasional pengelolaan Sumber Daya Manusia antar manajer lain yang sehari-harinya mengelola para bawahan atau anggota dalam unit kerja.

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia 

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) bisa kita perhatikan seperti berikut ini:
  • Tujuan Sosial - Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki tujuan sosial yaitu perusahaan mampu bertangung-jawab secara etis dan sosial terhadap suatu tantangan dan keutuhan masyarakta dengan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan
  • Tujuan Organisasional - Tujuan organisasional Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sasaran-sasaran formal yang disusun guna membantu perusahaan dalam pencapaian tujuannya
  • Tujuan Fungsional - Tujuan fungsional manajemen sumber daya manusia merupakan tujuan untuk memperhatannkan kontribusi departemen SDM dalam tingkat yang sesuai kebutuhan perusahaan
  • Tujuan Individual - Tujuan individual dalam manejemen sumber daya manusia adalah tujuan yang bersifat pribadi dari tiap-tiap anggota perusahaan yang bermaksud untuk mencapai melalui kegiatannya didalam organisasi perusahaan.

Tujuan yang ingin dicapai melalui seluruh proses atau fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu tidak lain untuk sumber daya manusia yang profesional, yang mempunyai karakter, berkompeten, serta termotivasi.

Pertama

Model seperti ini ingin menggaris-bawahi, khususnya didalam kontek perkembangan kekinian di Indonesia, betapa sangat pentingnya bagi organisasi atau perusahaan jenis apapun, untuk memiliki manusia yang mempunyai integritas serta moral y ang tinggi. Hal ini harus menjadi pondasi bagi tiap pemikiran, sikap, serta tindakan seluruh pihak didalam organisasi perusahaan, didalam seluruh bidang.

Kedua

Sumber Daya Manusia profesional adalah mereka yang berkompetensi tinggi, sesuai profesi mereka yang ditekuni. Maksudnya, manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, serta atribut yang lain yang dibutuhkan supaya bisa berhasil dan sukses dalam pekerjaannya.

Ketiga

Model tersebut pun menunjukkan bahwa akhlak mulia serta tingkat kompetensi seseorang tidak cukup memadai untuk menghasilkan sebuah kinerja yang sesuai ekspektasi, apabila dia tidak mempunyai hasrat yang besar untuk melaksanakan suatu tindakan tertentu kearah untuk mencapai tujuan. Dengan bahasa sederhana, kinerja yang unggul akan didapat apabila ada motivasi yang besar dalam mewujudkannya.

Dan masih didalam perspektif yang sama, tapi mempergunakan istilah yang beda, sumber daya manusia yang profesional adalah Sumber daya manusia yang mempunyai kecerdasan spriritual, emosional, intelektual serta kecerdasan kinestetik.
  • Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang digunakan dalam mengakses sebuah makna, nilai, tujuan hingga motivasi tertinggi kita. 
  • Kecerdasan emosional mendasarkan pada ketrampilan, kapabilitas, serta kompetensi non-kognitif yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untk berhasil didalam menghadapi tekanan dan tuntutan dari lingkungan. Kecerdasan emosional mempunyai 5 dimensi, Self, awareness, self regulation, self motiation, social awareness serta social skill.
  • Kecerdasan intelektual masih berkaitan dengan kecerdasan rasional seseorang yang terwujud didalam kemampuan olah pikir pada bidang teknologi dan ilmu pengetahuan 
  • Kecerdasan Kinestetik, dimensi kecerdasan yang juga sangat penting adalah kecerdasan kinestetik. Seseorang yang pintar dan cerdas secara kinestetik adalah seseorang yang mampu mengaktualisasiikan diri melalui olah raga untuk mewujudkan seorang insan yang sehat jasmani.

Sumber Daya Manusia yang professional, pada akhirnya akan menjadi subjek utama didalam upaya untuk menghasilkan, memproduksi barang atas jasa yang memiliki kualitas tinggi dan kompetitif. Mereka mereka inilah, yang nantinya mengelola semua sumber daya yang lain yang dimiliki organisasi atau perusahaan . Hal ini akan berlaku baik pada organisasi bisnis (perusahaan) yang berorientasi utama mendapatkan laba maupun organisasi nirlaba yang tidak bertujuan mencari laba ataupun keuntungan jenis apapun, termasuk didalamnya lembaga pemerintah atau organisasi sektor publik. Akhirnya, apabila kondisi seperti ini bisa diwujudkan, maka kesejahteraan karyawan sebagai seorang individu, kesejahteraan entitas atau organisasi, serta kesejahteraan seluruh masyarakat akan dengan mudah bisa direalisasikan pula.

Tujuan Manajemen Keuangan Dalam Perusahaan

Tujuan Manajemen Keuangan - Masalah Keuangan ( Financial Management ) tentu tidak akan pernah terlepas dari kehidupan sehari hari kita sebagai mahluk ekononmi. Bukan hanya sebagai seorang individu, namun juga dengan hal yang berskala besar juga pasti berkaitan erat dengan masalah keuangan. Supaya bisa berjalan secara efisien dan efektif, maka keuangan harus bisa diatur dengan sedemikian rupa, Nah, Ilmu pengaturan keuangan ini umumnya biasa kita sebut sebagai Manajemen Keuangan.

Tujuan Manajemen Keuangan

Dalam pembahasan kali ini, yang akan kita ulas adalah tujuan manajemen keuangan pada perusahaan. Supaya manajemen keuangan bekerja secara efisien, perusahaan paling tidak harus memiliki sasaran atau tujuan utama yang jelas. Bila kita melihat perkembangan, tujuan dalam perusahaan memiliki beberapa macam tujuan, antara lain :
manajemen keuangan
Manajemen Keuangan

Tujuan Tradisional

Tujuan perusahaan tidak lain tidak bukan adalah memaksimalkan keuntungan atau laba pemilik perusahaan. Tujuan seperti sebenarnya sudah tidak bisa memadai lagi, karena menurut Hampton, (1995) :
  1. Memaksimalkan keuntungan atau laba (earning per share)  tidak memeprtimbangkan asas nilai waktu dari uang dan jangka rentang waktu pengembalian (return) modal dimasa mendatang
  2. Risiko atas pengembalian modan (return) dimasa mendatang tidak dengan tepat dipertimbangkan
  3. Kebijakan mengenai dividen yang tidak menjadi pertimbangan
Tujuan Memaksimalkan kesejahteraan para pemegang saham yaitu dijalankan dengan cara memaksimalkan harga pasar dari saham perusahaan. Tujuan tersebut bisa dikata merupakan sebuah tujuan yang tepat, ini dikarenakan :
  1. Harga pasar saham merefleksikan evaluasi oleh pasar terhadap prestasi dari perusahaan tersebut pada saat itu dan masa mendatang.
  2. Tujuan memaksimalkan harga pasar turut memperhitungkan kapan pengembalian modal (return) akan diterima oleh para investor atau pemilik, rentang jangka waktu terjadinya, resiko atas return tersebut, serta kebijakan mengenai dividen.
Memaksimalkan kesejahteraan para pemegang saham tidak bisa membebaskan perusahaan tersebut dari pertanggung-jawaban sosial, mengapa? karena :
  1. Kesejahteraan para pemegang saham serta kehidupan perusahaan tersebut sangat bergantung pada pertanggung-jawaban sosial dari perusahaan.
  2. Perusahaan bisa dipandang memproduksi baik barang atau jasa pribadi ataupun barang atau jasa sosial yang nantinya akan sangat menguntungkan bagi para pemegang saham.

Ok, itu tadi sekilas mengenai tujuan manajemen keuangan dalam perusahaan, walaupun sekilas semoga bisa memberikan manfaat atau paling tidak membantu dalam tugas anda. dan jangan lupa baca juga artikel terkait tentang Pengertian Manajemen


5 Strategi Pemasaran Produk Dasar ini Patut Dicoba

Strategi Pemasaran Produk - Didalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, ada beberapa hal yang dirasa lebih penting dibandingkan menghasilkan sebuah produk, apa itu?
Strategi Pemasaran !
Strategi Pemasaran
Strategi Pemasaran
Ya, Pemasaran produk menjadi hal yang penting manakala produk telah dihasilkan, lantas akankah produk tersebut hanya menjadi barang koleksi saja tanpa adanya penjualan? dan bahkan jika tak punya produk sekalipun, banyak pebisnis yang sukses "hanya" dengan ilmu pemasaran yang dimilikinya, menjualkan produk orang lain.

Strategi Pemasaran adalah kunci keberhasilan penjualan sebuah produk, tanpa mengesampingkan kualitas produk yang juga dibutuhkan untuk kepuasan konsumen yang menjadi nilai tersendiri dan membantu dalam strategi pemasaran.

Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan 


Anda telah memastikan produk yang anda hasilkan adalah produk yang memiliki kualitas terbaik? atau paling tidak memenuhi standar kepuasan konsumen? maka susunlah Strategi Pemasaran yang efektif serta efisien yang dalam prosesnya nanti bisa berjalan secara dinamis serta bisa anda kontrol.

Lima hal berikut merupakan strategi pemasaran yang umumnya diterapkan oleh berbagai perusahaan untuk meningkatkan penjualan produk barang atau jasa yang dihasilkan para pebisnis

Mengenali Pelanggan


Pertama, Kenali target pasar yang anda bidik, lakukan identifikasi bisa melalui survey atau pengamatan dan yang lainnya, semisal bisnis yang dijalani berkecimpung dalam bidang katakanlah pakaian bayi, maka usahakan pasar yang dibidik adalah kalangan wanita berumur atau ibu ibu yang memiliki kepentingan dan merasa membutuhkan. Bisnisnya bergerak dibidang minuman beregergi? tinggal sasar saja para pemuda pemuda khsusnya pria yang gemar berolahraga ataupun laki laki pekerja.

Ketepatan identifikasi tepat sangat membantu mempermudah didalam menyusun strategi pemasaran yang efektif dan efisien serta menghindari pembengkakan biaya dan waktu yang bisa melelahkan, tentu sangat sulit bagi anda jika anda menjual garam di wilayah madura bukan? ataupun menawarkan sepatu bola pada arisan ibu ibu. Tentu hal tersebut sangat membuang waktu, tenaga, dan sisa sia disamping biaya yang dikeluarkan tidak sedikit

Melakukan Promosi


Melakukan produk yang dihasilkan kepada konsumen secara kreatif. Sedapat mungkin melakukan promosi yang konsisten terus menerus apalagi secara masif

Dan jangan lupa, amati kerja para kompetitor bagaimana mereka melakukan promosi produknya kepada konsumen. apa yang mereka terapkan, anda bisa memodifikasi lalu menerapkannya juga dengan cara yang lebih dari para pesaing.

Namun jangan pernah mengekor, itu hanya akan membuat kesuksesan produk kita juga akan "mengekor". menjalankan ide secara orisinil lebih diutamakan dan hasilnya akan jauh lebih efektif dan efisien dari sekedar mengekor.

Oh, Iya, Satu lagi cara memasarkan produk yang bisa dilakukan, mengusahakan promosi gaya dari mulut ke mulut. Sebuah cara yang banyak pihak menyatakan kuno, ya bisa jadi. namun jika berhasil membuat suatu program dimana sukses menyebabkan masyarakat membicarakannya terus menerus dari mulut kemulut mengenai produk yang dihasilkan, maka ini akan menjadi viral dan masif dipromosikan dengan biaya yang relatif kecil, efektif dan tentu juga efisien.

Memilih Lokasi Strategis


Pemilihan lokasi, pernah melihat kantor cabang bank nasional disebuah gang kecil ?
Pernah melihat sebuah luxury store menjajakan barangnya di pasar tradisional?
Ataupun pedagang yang menjual perlengkapan solat ditengah tengah lokalisasi?

Saya yakin hampir pasti hal tersebut tidak terjadi. mengapa?
Seperti yang disebut diatas tadi, kita akan kesusahan apabila menjual garam dimadura. saya pikir sudah banyak yang mengerti.

Kita bisa melihat warung warung banyak bertebaran di sekeliling kampus, para penjual kaos bola melingkari stadion ataupun kantor bank yang selalu terletak di jalan utama kota. Pemilihan lokasi adalah salah satu strategi dalam menjaring konsumen. Lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh pelanggan yang anda sasar tentu memudahkan dalam meningkatkan penjualan produk.

Menggunakan Media Internet Marketing

Strategi Pemasaran
Strategi Pemasaran
Internet Marketing, kata kata ini sudah menghiasi keseharian kita paling tidak setengah windu belakangan ini. Internet marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang sedang naik pamor saat ini. Media sosial menjadi ladang pemasaran baru, dengan jejaring sosial, manajemen pemasaran bisa mengetahui apa saja yang dibutuhkan konsumennya, sudah banyak jasa jasa internet marketing, tool tool internet marketing bisa digunakan untuk mengetahui kebutuhan konsumen yang bagaimana yang perlu disasar. Internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian masyarakat, bisa dibayangkan sehari tanpa koneksi internet? khususnya pemuda pemudi? anda tentu bisa bayangkan sendiri, betapa begitu besarnya pangsa pasar dari dunia maya yang bisa digarap saat ini.

Dunia sedang berubah, konsumen cenderung lebih ingin berbelanja tanpa harus capek, ribet dan langsung menuju tempat dimana dia membutuhkan sesuatu tanpa tahu apakah ditempat yang dituju, barang yang dia inginkan tersedia atau tidak. akan mengorbankan banyak waktu dan melelahkan harus memecah keramaian dalam perjalanan. Internet adalah solusinya

Website, jejaring sosial, fanspage atau teknis teknis detail lainnya dalam dunia internet seakan menjadi kebutuhan khusus dalam strategi pemasaran. Internet marketing bisa memunculkan interaksi secara langsung dengan pelanggan tanpa ada batas ruang dan waktu

Menjalin Ikatan Baik Terhadap Konsumen 


Sudah pasti pernah mendengar istilah "Konsumen Adalah Raja".

Perlakukanlah konsumen layaknya seorang raja untuk menjaga kelangsungan bisnis. Menjalin hubungan yang erat dengan konsumen, semisal menghubungi hanya untuk sekedar menanyakan pendapatnya atas produk, testimoni atas produk yang dikeluarkan dan promo promo yang dijalankan.

Konsumen memerlukan produk dan perusahaan memerlukan konsumen. Simbiosis mutualisme ini harus diterapkan, mempertahankan konsumen bukanlah perkara mudah, menjalin ikatan dengan konsumen akan memudahkan ini. Kita bisa sering melihat gathering gathering antar sesama pemilik mobil ABC katakanlah yang diselenggarakan oleh perushaan ABC itu, touring yang dilakukan beberapa dealer sepeda motor tiap bulan, atau pun jalan sehat bersama pagi hari oleh beberapa produk kesehatan. Mereka melakukan itu semua hanya untuk bisa berinteraksi dengan konsumen, menjalin ikatan dan pengenalan produk tentunya

Menjalin ikatan denga konsumen secara baik adalah kunci yang lumayan ampuh dalam kesuksesan penjualan produk.