Senin, 13 Juli 2015

Manajemen Pemasaran Internasional

Manajemen Pemasaran Internasional merupakan suatu wadah aktivitas pemasaran yang menembus melewati batas lebih dari 1 (satu) teritori negara. Manajemen pemasaran internasional tidak lain adalah merupakan penerapan suatu konsep, prinsip, aktivitas, serta proses manajemen pemasaran didalam rangka penyaluran ide, barang dan jasa perusahaan kepada konsumen yang ada di berbagai belahan dunia.

Contoh : Perusahaan sekaliber Indofood yang telah memasuki pangsa pasar internasional, produknya telah sampai dibeberapa negara seperti australia, jepang, belanda dan negara negara di afrika dan amerika

Manajemen Pemasaran internasional
Manajemen Pemasaran

Mengapa sebuah perusahaan perlu menjalankan manajemen pemasaran internasional ?

Manajemen Pemasaran Internasional diperlukan oleh perusahaan yang lumayan besar karena melihat sebuah alternatif strategi pemasaran yang bisa dibilang sangat luas, dan keberlangsungan aktivitas operasional perusahaan tidak mau dalam kondisi terhenti (stuck) pada suatu kondisi saja. Pada sisi lain perusahaan juga tidak menghendaki para kompetitornya lebih dahulu memasuki pangsa pasar alternatif strategi yang luas itu. Jadi sebuah perusahaan seharusnya melakukan Manajemen Pemasaran Internasional dan menjalankan persaingan yang positif dengan para kompetitor.

Misalnya, Sebuah perusahaan melakukan aktivitas produksi di pasar dalam negeri dimana ada dua jenis, yaitu ekspor langsung dan ekspor tak langsung. kedua hal tersebut merupakan alternatif sebuah perusahaan dalam memasuki pangsa pasar luar negeri atau pangsa pasar internasional.

Siapa Saja Perusahaan yang melakukan Manajemen Pemasaran Internasional?
  1. Perusahaan Eksportir
  2. Perusahaan Importir
  3. Perusahaan Multinasional

Lalu apa yang membedakan manajemen pemasaran dalam negeri dengan manajemen pemasaran internasional ?

Manajemen Pemasaran dalam negeri merupakan pemasaran yang secara nyata memfokuskan diri pada orientasi pangsa pasar dan strategi yang dijalankan hanya dalam lingkup pemasaran dalam negeri saja

Manajemen Pemasaran Internasional atau luar negeri merupakan pemasaran yang fokus utamanya berada pada pemanfaatan semua aset, pengalaman serta produk barang dan jasa perusahaan secara global, lintas negara dan melaksanakan penyesuaian pada hal hal yang inovatif dan unik pada setiap negara yang ditujunya

Jadi melihat hal hal diatas, kita bisa melihat perbedaannya. perbedaan mendasar hanya berasal dari tujuan produk atau jasa yang dipasarkan. Pada manajemen pemasaran internasional produk barang atau jasa ditujukan untuk melintasi banyak negara pangsa pasarnya, sedangkan manajemen pemasaran dalam negeri penyebaran pemasaran produk barang atau jasanya hanya dfokuskan pada pangsa pasar lokal dalam negeri dengan lingkup yang tentu jauh lebih kecil daripada manajemen pemasaran internasional

Notes:

Sebuah perusahaan lebih baik menjalankan manajemen pemasaran internasional ketika perusahaan tersebut sudah bisa menerapkan serta menentukan strategi STP. yaitu strategi Segmenting - Targeting - Positioning secara baik dan benar didalam setiap produk barang dan jasa yang dihasilkan. Serta berani mengambil segala resiko yang ada.

Demikian sekilas mengenai Manajemen Pemasaran Internasional


Fungsi Pemasaran yang Perlu Diketahui

Fungsi Manajemen Pemasaran mencakup riset konsumen, pengembangan suatu produk, komunikasi - promosi, strategi distribusi, penetapan harga produk dan pemberian layanan. Seluruh kegiatan ini dilaksanakan untuk bisa mengetahui, memenuhi, melayani, serta memuaskan kebutuhan para konsumen. Adapun fungsi dari pemasaran itu sendiri ada beberapa diataranya akan kita bahas dalam artikel ini

manajemen pemasaran
Manajemen Pemasaran

Fungsi Pemasaran

Fungsi Pemasaran adalah aktivitas yang dijalankan pada bisnis yang terlibat didalam menggerakkan barang atau jasa dari produsen hingga sampai ke tangan para konsumen (William J. Shultz)

Didalam konsep fungsi pemasaran yang dikemukakan oleh Sofjan Assauri [1987: 19] yang meng-klasifikasi-kan fungsi pemasaran kedalam 3 (tiga) fungsi dasar pemasaran, yaitu :
  1. Fungsi Pembelian dan Penjualan
  2. Fungsi Suply Fisik - pengangkutan dan penyimpangan (penggudangan)
  3. Fungsi Penunjang - pengamanan, standardisasi dan grading, keuangan (financing), penanggungan terhadap resiko serta informasi pasar

Pada tulisan ini, fungsi pemasaran yang akan disoroti adalah :

[1] Fungsi Pembelian | Buying


Fungsi Pemasaran Pembelian adalah fungsi yang mengikuti kegiatan kegiatan yang mencari serta mengumpulkan barang atau jasa yang dibutuhkan sebagai persediaan dalam memenuhi kebutuhan para konsumen. Fungsi Pembelian ini pada dasarnya adalah sebuah proses atau kegiatan mencari penjual dan merupakan timbal balik dari aktivitas penjualan (Selling). Maka daripada itu perlu untuk dipahami kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa membuat orang atau konsumen melakukan pembelian barang atau jasa.

[2] Fungsi Penjualan | Selling


Fungsi Penjualan (Selling) Meliputi kegiatan yang dijalankan untuk mencari para calon pembeli produk atau jasa yang ditawarkan dengan harapan bisa memperoleh keuntungan. Aktivitas penjualan adalah lawan dari aktivitas pembelian. kegiatan pembelian (buying) tidak akan pernah terjadi tanpa aktivitas penjualan. demikian juga sebaliknya.

[3] Fungsi Transportasi


Fungsi Transportasi merupakan proses pemindahan barang dari suatu tempat dipindahkan ke tempat yang lainnya (pemindahan)

[4] Fungsi Penyimpanan | Penggudangan


Penggudangan atau penyimpanan barang adalah fungsi penyimpanan suatu produk yang telah dibeli sebagai persediaan supaya bisa menghindari resiko kerusakan barang atau resiko resiko yan glain yang bisa saja muncul

[5] Fungsi Informasi Pasar


Informasi Pasar ini adalah fungsi pemasaran yang bersifat luas serta penting, ini dikarenakan fungsi informasi pasar ini menyajikan informasi mengenai situasi dan kondisi perdagangan secara umum yang masih berhubungan dengan produk yang terkait, harga jual yang inginkan oleh konsumen dan situasi kondisi pasar secara keseluruhan.

Menurut Sofjan Assauri [1987: 303] yang dimaksud dengan informasi ialah keterangan yang berupa fakta, data ataupun hasil analisis, pertimbangan atau sebuah pandangan dari pemberli informasi tentang keadaan kondisi yang secara langsung terkait dengan kebutuhan dalam pengambilan suatu keputusan manajemen

Semua hal hal diatas tentunya harus dikuasai dengan matang dan mendetail serta penerapan yang tepat oleh pihak Manajemen Pemasaran walau terkadang dalam penerapannya tentu mengalami dan menghadapi berbagai kendala yang terkadang tidak diperhitungkan sebelumnya. Pemahaman yang utuh atas fungsi manajemen pemasaran nantinya akan bisa dijadikan bahan kajian dari sebuah strategi pemasaran yang akan di terapkan untuk memaksimalkan semua peluang yang ada.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen - Sistem Informasi Manajemen atau yang lebih diringkas dengan sebutan SIM merupakan bagian pengendalian internal suatu perusahaan yang mencakup pemanfaatan sumber daya yang ada, manusia, dokumen, tekhnologi serta prosedur oleh Akuntansi Manajemen yang bertujuan untuk memecahkan berbagai masalah semisal layanan, produk, strategi bisnis ataupun yang lain.

tujuan sistem informasi manajemen
Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen 


Umumnya tujuan dari sistem informasi manajemen adalah seperti dibawah ini :
  1. Memberikan Informasi yang digunakan pada perhitungan harga pokok barang atau jasa, produk, serta tujuan lain yang dikehendaki oleh manajemen
  2. Memberikan Informasi yang dapat digunakan pada proses perencanaan, pengendalian, evaluasi serta perbaikan yang berkelanjutan
  3. Memberikan informasi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pengambilan sebuah keputusan
Tujuan Tujuan diatas menunjukkan bahwa sorang manajer atau pengguna informasi manajemen yang lain harus mempunyai akses ke informasi Akuntansi Manajemen serta bisa mengetahui cara penggunaannya. Akuntansi manajemen bisa membantu dalam mengidentifikasikan sebuah masalah, memberikan solusi atas permasalahan, mengevaluasi kinerja ( Sistem Informasi Akuntansi diperlukan dan digunakan dalam seluruh tahapan manajemen, termasuk didalamnya perencanaan, tahap pengendalian serta pengambilan sebuah keputusan)
Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah Sistem Informasi Manajemen yang sanggup memberikan keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang didapat. Dalam bahasa yang lebih sederhana, Sistem Informasi Manajemen akan meminimalkan biaya dan memaksimalkan pendapatan.
Perusahaan harus sadar apabila perusahaan cukup realistis atas keinginan dan target perusahaan, cermat ketika merancang serta penerapan Sistem Informasi Manajemen  supaya bisa sesuai dengan keinginan dan wajar dalam penentuan batas biaya yang akan dikeluarkan untuk manfaat yang akan diperoleh.

Tambahan :

Komputer bukanlah syarat mutlak dalam sebuah Sistem Informasi manajemen, tapi dalam prakteknya Sistem Informasi Manajemen yang bagus dan baik semuanya menggunakan bantuan dari kemampuan pemprosesan dalam komputer

8 Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen - Analis sistem manajemen harus memahami kebutuhan informasi yang diperlukan agar sistem informasi yang ada bisa berguna dan dimanfaatkan oleh para pemakai informasi. Kebutuhan kebutuhan bisa diketahui dengan mencerna aktivitas aktivitas pada masing masing level atau tingkat manajemen dan tipe keputusan yang diambil.

Tujuan dari dibentuknya sebuah Sistem Informasi Manajemen (SIM) agar sebuah organisasi mempunyai informasi yang bisa memberikan manfaat didalam pembuatan sebuah keputusan manajemen, ntah itu keputusan yang menyangkut rutin maupun keputusan manajemen yang bersifat strategis.

manfaat sistem informasi manajemen
Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen memiliki sejumlah manfaat yang bisa diambil oleh para penggunanya, berikut ini beberapa manfaat dari sistem informasi manajemen :
  1. Dapat meningkatkan aksestabilitas data yang disajikan dengan akurat dan tepat waktu untuk para pengguna informasi tanpa melalui perantara sistem informasi
  2. Sistem Informasi Manajemen bisa menjamin kwalitas dan keterampilan didalam memanfaatkan sistem informasi manajemen secara kritis
  3. Sistem informasi manajemen dapat mengantisipasi serta memahami konsekuensi ekonomis dari sebuah sistem informasi dan tekhnologi baru
  4. Mengembangkan sebuah perencanaan yang lebih efektif
  5. Mengidentifikasikan kebutuhan pendukung sistem informasi
  6. Menetapkan investasi yang nantinya akan diarahkan kepada sistem informasi
  7. Memperbaiki produktifitas didalam aplikasi pengembangan dan maintenance sistem
  8. Mengolah seluruh transaksi, mengurangi biaya serta menciptakan pendapatan 
Berikut tadi 8 manfaat yang bisa diambil dari sebuah Sistem Informasi manajemen, anda bisa menambahkan ataupun mengkoreksi jika ada kekeliruan tentang manfaat Sistem Informasi Manajemen

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen Sistem Informasi Manajemen adalah semua elemn elemen yang membentuk sebuah sistem informasi. Komponen dalam Sistem Informasi Manajemen umumnya terbagi menjadi dua bagian :
  1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fungsional
  2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fisik.

sistme informasi manajemen
Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen Sistem Informasi Manajemen Fungsional

Pada komponen komponen yang terdapat pada sistem informasi manajemen fungsional antara lain:
  • Sistem Administrasi dan Operasional - Meliputi bagian bagian personalia, administrasi serta yang lainnya yang biasa menjalankan tugas tugas yang rutin
  • Sistem Pelaporan Manajemen - Meliputi bagian bagian yang tugasnya menyiapkan sebuah laporan yang sifatnya periodik
  • Sistem Database - Sistem database ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk penyimpanan informasi
  • Sistem Pencarian - Sistem ini berfungsi memberi informasi yang diperlukan dalam pengambilan sebuah keputusan
  • Manajemen Data - Manajemen Data ini memiliki fungsi menjadi media penghubung

Komponen Sistem Informasi Manajmen Fisik


Komponen komponen pendukung Sistem Informasi Manajemen yang bersifat fisik diantaranya :
  • Perangkat Keras (Hardware) - Perangkat keras ini bisa berupa monitor, printer, cpu, dan yang lainnya yang secara fisik terlihat nyata
  • Perangkat Lunak ( Software) - Software atau perangkat lunak bisa berupa file file yang ada didalam perangkat keras
  • Database - Database disini berupa file yang isinya mengenai data dan program, yang terdata dalam penyimpanan secara fisik
  • Prosedur - Prosedur merupakan komponen fisik yang bisa berupa intruksi ataupun buku panduan
  • Personel (Brainware) - Personel mencakup operator, programer, para analis sistem, dan yang lainnya

Baca juga tulisan terkait ini : 
Dari komponen komponen yang terdapat pada Sistem Informasi Manajemen antara komponen yang satu dan yang lainnya memiliki keterkaitan yang erat, dan karena eratnya keterkaitan tersebut para pemakai informasi bisa mendapatkan keyakinan dalam sebuah keputusan oleh sebuah organisasi.

Sistem Informasi Manajemen

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen adalah sistem informasi yang dibutuhkan sebuah organisasi dengan pengolahan seluruh transaksi yang mendukung fungsi manajemen dalam pengambilan sebuah keputusan.
Sistem Informasi Manajemen Meliputi metode dan upaya yang terorganisasi dalam menjalankan fungsi pengumpulan data baik dari dalam atau dari luar organsasi dan mempergunakan komputer dalam prosesnya untuk bisa menghasilkan lalu menyajikan informasi kekinian, akurat, tepat, dan cepat untuk semua pihak yang berkepentingan dalam pengambilan sebuah keputusan manajemen

Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen
Definisi Manajemen Menurut Para Ahli

Donald W. Kroeber mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen sebagai sejumlah proses dalam menyajikan informasi kepada para manajer yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengambilan sebuah keputusan didalam suatu organisasi.

Senada Dengan Donald W. Kroeber, Gordon B. Davis juga mengatakan hal yang senada, Gordon B. Davis mengartikan Sistem Informasi Manajemen sebagai sebuah sistem yang terintegrasi dimana sistem tersebut menyajikan informasi yang berguna untuk menunjang operasional manajemen dan berfungsi sebagai bahan pengambilan sebuah keputusan dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud memanfaatkan perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta prosedur prosedur yang bersifat manual seperti model untuk analisa, perencanaan, pengawasan serta pengambilan suatu keputusan.

Sistem Informasi manajemen dapat digambarkan dalam rupa bangunan piramid.

Lapisan Dasar - Terdiri atas informasi dalam pengolahan transaksi, penjelasan mengenai status dan lain sebagainya

Lapiran Kedua - Terdiri atas sumber informasi didalam mendukung operasional manajemen sehari hari

Lapisan Ketiga - Terdiri atas sumber daya sistem informasi dalam membantu sebuah perencanaan taktis serta pengambilan sebuah keputusan dalam pengendalian manajemen

Lapisan Puncak - Terdiri atas sumber daya informasi yang bertujuan mendukung sebuah perencanaan serta perumusuan suatu kebijakan oleh manajemen puncak

Baca juga Pengertian Manajemen

Sistem Informasi Manajemen adalah sekumpulan dari sistem informasi berikut ini :
  • Sistem Informasi Akuntansi - Menyajikan informasi serta transaksi keuangan
  • Sistem Informasi Pemasaran - Menyajikan informasi berhubungan dengan penjualan, aktivitas pemasaran, riset pasar dan kegiatan yang berhubungan dengan agenda pemasaran lainnya
  • Sistem Informasi Manajemen Persediaan
  • Sistem Informasi Personalia
  • Sistem Informasi Distribusi
  • Sistem Informasi Pembelian
  • Sistem Informasi Analisa Kredit
  • Sistem Informasi Analisa Software
  • Sistem Informasi riset dan pengembangan
  • Sistem Informasi kekayaan
  • Sistem Informasi Teknis

Joel E. Ross berpendapat walaupaun komputer tak lebih dari sekedar alat dalam pemprosesan data, namun banyak dari para manajer melihat komputer sebagai suatu elemen pusat dari suatu sistem informasi. Peran dari komputer sebenarnya hanyalah menyediakan informasi yang digunakan untuk pengambilan sebuah keputusan, perencanaan serta pengendalian.

Demikianlah yang bisa saya bagikan mengenai Sistem Informasi Manajemen

Beberapa Fungsi Manajemen Proyek

Fungsi Manajemen Proyek meliputi pembatasan (pelingkupan), perencanaan, prakiraan, penjadwalan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian (pengontrolan) serta penutupan
fungsi manajemen proyek
fungsi manajemen proyek

Fungsi Manajemen Proyek

Berikut beberapa ulasan singkat tentang Fungsi Manajemen Proyek
  • Pelingkupan | Scooping – menjelaskan mengenai batas batas dari sebuah proyek
  • Perencanaan | Planning – menidentifikasi tugas apa saja yang dibutuhkan dalam menyelesaikan sebuah proyek.
  • Perkiraan | Estimating – setiap tugas yang dibutuhkan dalam penyelesaian sebuah proyek harus diperkirakan
  • Penjadwalan | Scheduling – seorang manajer proyek harus bertanggung jawab atas penjadwalan seluruh kegiatan suatu proyek
  • Pengorganisasian | Organizing – seorang manajer proyek memastikan bahwa seluruh anggota tim dari sebuah proyek mengetahui peran serta tanggung jawab masing masing dan hubungan laporan mereka kepada manajer proyek.
  • Pengarahan | Directing – mengarahkan seluruh kegiatan kegiatan tim dalam proyek
  • Pengontrolan | Controlling – fungsi pengontrolan atau pengendalian ini mungkin saja merupakan fungsi tersulit dan juga terpenting bagi seorang manajer apakah proyek akan berjalan semestinya ataukah tidak
  • Penutupan | Closing – manajer proyek hendaknya selalu menilai keberhasilan atau kegagalan pada kesimpulan dari sebuah proyek yang dijalani

Fungsi fungsi Manejemen Proyek tersebut diatas tergantung kepada komunikasi antar personal secara berkesinambungan di antara para manajer proyek, tim serta manajer yang terlibat didalamnya

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen
perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan
Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan - Dijaman sekarang ini, Ilmu akuntansi dalam dunia bisnis memiliki peran yang bisa dibilang sangat penting terlebih dalam menyajikan informasi keuangan yang digunakan dalam pengambilan sebuah keputusan. Semakin banyaknya kepentingan dan keputusan yang harus diambil dari penggunaan informasi akuntansi dalam sebuah organisasi perusahaan mengakibatkan semakin berkembangannya ilmu akuntansi. Informasi yang dihasilkan tidak hanya sebatas pada penyediaan laporan keuangan untuk tanggung jawab manajemen saja, tapi sebagai alat utama dalam pengambilan sebuah keputusan strategis dimasa yang akan datang, meramalkan laba perusahaan hingga keputusan akuisisi dan merger.
Walaupun ilmu akuntansi berkembang dengan pesat, namun garis besarnya masih sederhana, ilmu akuntansi bisa kita pilah menjadi dua type, Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen . Kedua type ini muncul karena dinamika yang berkembang dalam perusahaan. Ilmu akuntansi berusaha untuk memenuhi kebutuhan para penggunanya yang berbeda beda, pengambilan sebuah keputusan yang berbeda membutuhkan informasi keuangan perusahaan yang juga beda. dan apa saja perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan ?
Perbedaan yang paling mendasar antara Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan bisa terlihat pada:
  • Pengguna laporan keuangan dan tujuannya
  • Ruang Lingkup Informasi
  • Fokus dari Informasi keuangan
  • Rentang Waktu
  • Kriteria bagi informasi Akuntansi
  • Sifat dari informasi keuangan

Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan bertujuan untuk menyajikan sebuah informasi keuangan perusahaan bagi pengguna yang berada di luar perusahaan (pihak eksternal), misalnya para pemegang saham, kreditur, karyawan, analis keuangan, pemerintah (instansi pemerintah, dirjen pajak) serta yang lainnya. 
Para pemakai laporan keuangan dari luar perusahaan ini dalam mempergunakan laporan keuangan perusahaan tidak bertujuan untuk pengambilan keputusan tentang perusahaan, tetapi lebih kepada mengenai keputusan jenis serta sifat hubungan yang seperti apa yang akan dijalani dengan perusahaan tersebut dimasa mendatang. misal investor, apakah akan menambah investasi atau mencabut, atau instansi pajak yang berkepentingan atas pajak yang harus diterimanya
Baca juga artikel terkait: Pengertian Akuntansi
Pada lingkup informasi keuangan, dalam laporan Akuntansi Keuangan biasanya  menyajikan informasi keuangan mengenai perusahaan secara keseluruhan semisal Neraca, Laporan Laba Rugi, ataupun Laporan Perubahan Ekuitas. Karena akuntansi keuangan akan dipakai oleh pihak luar, maka informasi yang dihasilkan dan disajikan lebih berbentuk kepada ringkasan dan menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara keselluruhan.
Dilihat dari segi fokus informasi, Akuntansi Keuangan lebih berfokus kepada informasi historical (masa lalu). Akuntansi Keuangan memberikan gambaran dan menjadi suatu bentuk pertanggung-jawaban manajemen perusahaan atas dana yang dikelolan yang dipercayakan oleh para penyedia sumber dana yang berasal dari luar perusahaan. entah itu investor ataupun kreditor.
Dari sudut rentang waktu, Akuntansi Keuangan menghasilkan laporan keuangan yang kurang fleksibel serta hanya bisa mencakup rentang jangka waktu tertentu, semisal periode satu tahun , setengah tahun, kwartalan atau bulanan.
Untuk kriteria dalam informasi Akuntansi Keuangan, merupakan seluruh prinsip akuntansi yang lazim digunakan atau berterima umum. Prinsip akuntansi tersebut adalah hasil dari perumusan pihak pihak atau lembaga yang berwenang semisal IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dan BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) yang merupakan hasil dari sebuah tuntutan dari pengguna eksternal laporan keuangan perusahaan. Pengguna eksternal laporan keuangan perusahaan tidak memiliki pengetahuan langsung tentang akan didalam perusahaan, laporan keuangan adalah satu satunya media komunikasi antara manajemen dengan pihak eksternal, oleh karenanya laporan keuangan membutuhkan suatu standarisasi bentuk laporan keuangan supaya pemakai laporan keuangan dari eksternal perusahaan bisa memperbandingkan berbagai laporan keuangan dari berbagai perusahaan yang beda sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan sebuah keputusan tentang perusahaan tersebut.
Sifat atas informasi dari Akuntansi Keuangan membutuhkan tingkat ketepatan yang sangat tinggi, obyektif, bisa diuji kebenarannya, serta akurat, karena para penggunanya adalah pihak dari luar perusahaan. Dalam mendapatkan tingkat ketepatan yang tinggi, pihak manajemen perusahaan terkadang wajib mempergunakan layanan jasa dari pihak ketiga yang independen yang bebas dari berbagai kepentingan bentuk apapun guna memberikan pendapat atas laporan keuangan perusahaan yang disusunnya, yaitu akuntan publik atau yang lebih dikenal sebagai auditor.

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen memfokuskan diri dalam menyediakan informasi keuangan untuk keperluan pihak manajemen atau pihak internal perusahaan. Informasi yang dihasilkan akuntansi manajemen diharapkan bisa memberikan manfaat bagi manajemen (pihak internal perusahaan) sebagai bahan pertimbangan yang bisa mendukung dalam pengambilan sebuah perusahaan.
Ruang lingkup Akuntansi Manajemen cenderung lebih sempit, tidak fokus terhadap perusahaan sebagai satu entitas bisnis namun lebih detail karena informasi yang dihasilkan bertujuan untuk melaporkan suatu bagian dalam perusahaan, misalnya bagian pemasaran, produksi dan yang lain. Namun begitu, tingkat kompleksitas ruang lingkup informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi Manajemen nanti akan sejalan dengan berbagai tingkat manajemen yang terlibat langsung dalam membuat suatu keputusan.
Dalam hal fokus informasi, Akuntansi Manajemen lebih cenderung berorientasi kepada masa mendatang karena pengambilan suatu keputusan slalu menyangkut mengenai hal hal yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan di waktu yang akan datang, tetapi untuk sumber informasi yang nanti akan diolah bisa bervariasi, ntah itu mulai dari biaya pada masa lalu, biaya pada masa saat ini ataupun biaya pada masa mendatang.
Dalam hal rentang waktu, Akuntansi Manajemen memiliki rentang waktu yang jauh lebiih fleksibel dibanding dengan Akuntansi Keuangan, hal ini bisa terjadi karena tuntutan dari manajemen yang harus mengambil keputusan penting secara cepat, singkat dan tepat, baik yang terstrukture, semi terstruktur, hingga tidak terstrukture. rentang jangka waktu yang diberikan bisa harian, mingguan, bulan, bahkan hingga 10 tahun periode.
Kriteria informasi dari Akuntansi Manajemen tak terbatasi oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum, tak ada patokan selama informasi itu memberikan manfaat untuk manajemen perusahaan, ntah itu dalam hal pengukuran maupun perhitungan. Didalam Akuntansi manajemen, praktek praktek yang sudah terbukti berhasil serta bermanfaat pada perusahaan umumnya akan ditiru oleh perusahaan yang lain dan kemudian akan menyebar secara luas didalam dunia industri. Selain itu, didalam Akuntansi Manajemen tidak ada komunitas atau organisasi ataupun peraturan undang undang yang mengatur prakteknya, selama hal itu memberi manfaat kepada manajemen perusahaan maka perusahaan akan terus mempergunakan praktek tersebut.
Akuntansi Manajemen memberkan informasi yang nantinya akan membantu pihak manajemen untuk mengambil suatu keputusan yang berhubungan langsung dengan kebijakan perusahaan, baik untuk keputusan perencanaan, pengorganisasiian, pengarahan, serta pengendalian. Pengambilan suatu keputusan yang berhubungan langsung dengan kebijakan dalam sebuah perusahaan slalu menyangkut masa mendatang (future). Oleh karenanya Akuntansi Manajemen tak hanya mengandalkan satu disiplin ilmu akuntansi saja tetapi juga mengambil disiplin ilmu dari manajemen guna mengatasi dan mengatur sumber daya serta waktu perusahaan. Selain daripada itu Akuntansi Manajemen juga mempergunakan disiplin ilmu psikologi sosial saat melakukan estimasi serta peramalan dalam penjualan produk, pengendalian SDM. Akuntansi Manajemen juga seringkali mengumpulkan informasi yang dirasa relevan dengan pengambilan sebuah keputusan yang bersifat taksiran karena menyangkut mengenai masa yang akan datang.
Demikian adanya saya kira mengenai Perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan

Fungsi MANAJEMEN STRATEGI Bersifat Kompetensi

Manajemen Strategi - Pengambilan keputusan dan perencanaan adalah fungsi dari manajemen, maka juallah suatu peranan pengambilan keputusan strategis dan perencanaan strategis kepada manajemen strategi.

Pertama, manajemen strategi bertugas untuk membuat keputusan strategis yang meng"goal"kan ketetapan atas tujuan dan sasaran. Lalu kemudian manajemen strategi akan menetapkan apa saja yang sebaiknya dijalankan pada masa mendatang. Manajemen strategi lantas menentukan siapa saja yang melaksanakannya dan bagaimana tindakannya. Lalu setelah itu manajemen strategi akan meninjau, menggerakkan kegiatan operasional total semua yang bertanggung jawab, yang terlibat langsung didalam usaha pencapaian tujuan serta sasaran. Singkat kata, manajemen strategi berfungsi untuk membuat sebuah keputusan strategis, membuat perencanaan strategis, dan juga berfungsi meninjau atau mengeveluasi strategi.

fungsi manajemen strategi
manajemen strategi
Manajemen Strategi seringkali dipandang sebagai suatu game plan atau skenario dalam pengembangan usaha, mempertahankan ataupun memperbaiki posisi didalam pasar, menarik dan memuaskan para konsumen, sukses dalam berkompetisi dengan para pesaing, menjalankan operasional bisnis serta mencapai sasaran yang strategis. Para manajer dalam perusahaan menjalankan manajemen strategi sebagai suatu proses dalam merumuskan dan megimplementasikan strategi didalam usaha menyediakan suatu nilai bagi customer untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

Sehingga pada akhir akhir ini manajemen strategi sudah mengalami sebuah peralihan dari perencanaan menjadi keunggulan dalam bersaing. Penyusunan sebuah strategi lebih berdasarkan pada konsep keunggulan bersaing yang mempunyai 5 (lima) karakteristik, sebagai berikut :

Kompetensi Khusus


Keunggulan dalam bersaing adalah suatu hal khusus yang dimiliki atau dilakukan oleh suatu perusahaan yang memberi kekuatan dalam menghadapi pesaing. Kompetensi ini bisa berupa opini ataupun merek yang memiliki persepsi kualitas yang tinggi. semisal pengelolaan dalam administrasi yang brilian rapi, terkenal bebas KKN dan bersih serta tepat waktu. ataupun Merk dagang layaknya Coca Cola, Nike, Adidas, BMW, Mercy dan yang lainnya.

Menciptakan Persaingan Tidak Sempurna


Didalam persaingan yang sempurna, seluruh perusahaan menghasilkan produk yang sama/serupa sehingga bebas keluar-masuk kedalam pasar. Suatu perusahaan bisa mendapatkan keunggulan bersaing dengan menciptakan suatu persaingan yang tidak sempurna yaitu bisa dengan cara memberi kwalitas yang tinggi pada aspek tertentu.

Berkesinambungan


Keunggulan bersaing seharus bersifat berkesinambungan dan bukan hanya sementara waktu serta tidak mudah untuk ditiru oleh para kompetitor.

Kesesuaian dengan Lingkungan Internal


Keunggulan bersaing bisa didapat dengan cara menyesuaikan permintaan pasar. Karena didalam lingkungan eksternal bisa merupakan ancaman serta peluang, sehingga perubahan pada pasar bisa meningkatkan keunggulan ataupun kelemahan perusahaan.

Keuntungan yang Tinggi daripada Keuntungan Rata Rata


Sasaran yang utama keunggulan dalam bersaing adalah memperoleh keuntungan yang lebih besar daripada keuntungan rata rata perusahaan dalam industri

11 Manfaat Manajemen Strategi yang Bisa Diperoleh

Manajemen Strategi

manfaat manajemen strategi
Manajemen Strategi
Manajemen Strategi adalah suatu cara dalam mengatur seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan baik itu sumber daya manusia ataupun sumber daya yang lain untuk bisa melaksanakan semua aktivitas aktivitas perusahaan yang pada akhirnya mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Manajemen strategi memungkinkan sebuah perusahaan untuk lebih proaktif daripada reaktif dalam upayanya membentuk masa depan perusahaan itu sendiri, hal tersebut memungkinkan suatu perusahaan untuk memulai dan mempengaruhi kegiatan sehingga bisa mengendalikan tujuannya perusahaan itu sendiri.

Pembahasan lebih lengkap bisa anda baca di Manajemen Strategi

Manfaat Manajemen Strategi


Melihat dari definisi manajemen strategi serta pembahasan sebelumnya, manajemen strategi memiliki beberapa manfaat, diataranya adalah :
  1. Manajemen Strategi setidaknya bisa mencegah terjadinya berbagai macam masalah di dalam maupun diluar perusahaan serta meningkatkan kemampuan perusahaan didalam menghadapi sebuah masalah
  2.  Manajemen Strategi bisa membuat kondisi atas penolakan terhadap suatu perubahan dapat berkurang.
  3. Manajemen Strategi membuat perusahaan akan bisa melaksanakan seluruh aktivitas operasionalnya secara lebih efisien serta efektif 
  4. Keterlibatan tenaga kerja atau karyawan perusahaan terhadap perumusuan strategi bisa memperbaiki pengertian karyawan atas penghargaan sebuah produktivitas dalam tiap perencanaan strategi sehingga ujungnya bisa meningkatkan motivasi kerja dan rasa kebersamaan antar karyawan.
  5. Seluruh keputusan yang dijalankan oleh para manajer didalam perusahaan cenderung lebih tepat, hal ini dikarenakan seluruhnya didasarkan pada perencanaan yang sudah matang dan sudah memperhitungkan seluruh aspek yang terkait.
  6. Manajemen Strategi akan membuat pihak manajemen perusahaan akan menjadi bertambah peka terhadap ancaman yang bisa datang dari luar lingkungan perusahaan
  7. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditunjukkan bahwa perusahaan yang mempergunakan konsep manajemen strategi lebih profitable daripada perusahaan yang tidak menerapkan manajemen strategi
  8. Kegiatan kegiatan yang saling tumpang tindih akan berkurang
  9. Manajemen Strategi dapat membantu perusahaan bisa dengan mudah beradaptasi pada perubahan perubahan yang terjadi, dan keengganan dari karyawan lama untuk berubah bisa dikurangi
  10. Manajemen Strategi dapat mengidentifikasi keungulan komparatif perusahaan didalam lingkungan yang makin beresiko
  11. Manajemen Strategi memberikan arah perusahaan jangka panjang yang jelas yang nanti akan dituju
Itu tadi manfaat Manajemen Strategi yang bisa diperoleh, saya akan tambahkan manfaat manfaat dari manajemen strategi dari beberapa ahli

Manfaat dari Manajemen Strategi menurut David [2002:15] antara lain :
  • Bisa membantu perusahaan dalam menyusun strategi perusahaan yang lebih baik dengan mempergunakan pendekatan yang jauh lebih sistematis, rasional, logis, rasional pada pilihan strategis.
  • Manajemen Strategi adalah sebuah proses dan bukanlah keputusan ataupun dokumen. Tujuan utama dari sebuah proses adalah untuk mencapai pengertian serta komitmen dari semua pihak manajer dan karyawan.
  • Suatu proses menyediakan pemberdayaan individual. Pemberdayaan merupakan kegiatan dalam memperkuat pengertian dari karyawan tentang efektivitas dengan cara mendorong serta menghargai mereka para karyawan untuk bisa berpartisipasi didalam pengambilan suatu keputusan dan latihan yang inisiatif serta imajinasi.
  • Mendatangkan laba
  • Meningkatkan kesadaran terhadap ancaman eksternal
  • Manajemen Strategi bisa memberikan pemahaman yang lebih baik tentang strategi dari pesaing
  • Manajemen Strategi dapat meningkatkan produktivitas para karyawan
  • Manajemen Strategi bisa membuat berkurangnya penolakan terhadap suatu perubahan dalam perusahaan
  • Manajemen Strategi bisa memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang hubungan prestasi dan penghargaan

Sedangkan menurut Greenley, manfaat manajemen strategis akan dirasakan perusahaan seperti berikut :
  1. Manajemen Strategi memungkinkan untuk mengidentifikasi, menentukan prioritas, serta eksploitasi peluang yang ada.
  2. Dapat memberikan suatu pandangan yang objektif terhadap masalah manajemen.
  3. Mencerminkan kerangka kerja (frame work) dalam aktivitas kontrol serta koordinasi yang jauh lebih baik.
  4. Manajemen strategi bisa meminimalisir akibat dari suatu kondisi dan perubahan yang tidak bagus.
  5. Manajemen strategi memungkinkan supaya keputusan yang besar bisa mendukung dengan lebih baik terhadap tujuan yang sudah ditetapkan.
  6. Manajemen strategi membuat alokasi waktu dan sumber daya yang ada lebih efektif untuk memaksimalkan peluang yang sudah terindentifikasi.
  7. Memungkinkan alokasi sumber daya yang ada dan waktu yang relatif lebih sedikit dalam mengoreksi suatu keputusan yang keliru atau tidak terencana dengan baik
  8. Bisa menciptakan frame work (kerangka kerja) untuk komunikasi internal diantara para staff.
  9. Dapat membantu dalam mengintegrasikan perilaku tiap individu kedalam usaha bersama.
  10. Manajemen strategi bisa memberik dasar untuk mengklarifikasi suatu tanggungjawab individu.
  11. Manajemen strategi bisa mendorong suatu pemikiran ke masa yang akan datang.
  12. Manajemen strategi mampu menyediakan pendekatan yang kooperatif, terintegrasi, serta antusias dalam menghadapi suatu masalah dan peluang.
  13. Dapat mendorong terciptanya suatu sikap positif terhadap suatu perubahan.
  14. Manajemen strategi bisa memberi tingkat kedisiplinan dan moralitas kepada manajemen perusahaan.
Ok, itu tadi beberapa manfaat manajemen strategi yang bisa diperoleh oleh perusahaan menurut beberapa para ahli dan beberapa referensi.